Senin, 31 Oktober 2011

NIDHIKANDA SUTTA

1. Orang yg memendam harta karun dibawah sumur yg dalam dengan berpikir bahwa, "di saat harus melakukan sesuatuyang penting, harta ini akan bermanfaat bagiku"
2. Atau untuk menghindari gunjingan raja, ancaman perampok, untuk membayar hutang, untuk mengatasi paceklik, atau untuk saat ada musibah. Harta yang disimpan di dunia adalah demi hal2 tersebut.
3. Harta yang dipendam dengan ...baik di bawah sumur yang sedalam itu belum tentu
dapat memberikan manfaat kepadanya disetiap waktu.
4. Karena harta karun itu dapat bergeser dari tempatnya, dapat terlupakan dari ingat
annya, naga mungkin memindahkannya, Yakkha mungkin mengambilnya.
5. Ahli waris yang tak dicintainya mungkin mengangkatnya ketika ia lengah. ketika
timbunan habis, semua harta karun itu akan lenyap.
6. harta karun berupa kebajikan dengan berdana, bertata susila dan dengan penje-
gahan dan penahanan (diri dari keburukan) adalah pemendaman harta karun
yang baik bagi wanita ataupun pria.
7. Dengan kebajikan yang dilakukan pada cetiya, pada sangha, pada orang ataupun
pada tamu-tamu juga pada ibu dan ayah, dan juga pada saudara tua.
8. Harta karun itu disebut telah dipendam dengan baik olehnya, tiada siapapun da-
pat menjamahnya. Kebajikan itu pergi mengikuti pembuatnya. Diantara harta ka-
run, harta karun berupa kebajikan ini akan dibawa saat dia meninggal.
9. Harta karun berupa kebajikan adalah bukan barang umum bagi orang lain, tak
dapat dirampas oleh perampok. Orang cendekiawan sepatutnya menimbun harta
karun berupa kebajikan yang (nanti) mengikutinya.
10. Harta karun ini mengabulkan segala keinginan para dewa dan manusia. pahala-
pahala apapun yang dikehendaki oleh para dewa dan manusia, segala pahala itu
diperoleh melalui harta karun itu.
11. Paras yang indah, suara yang merdu, perawakan yang menawan, rupa yang
elok , kekuasaan, dan pengikut, segala pahala diperoleh melalui harta karun itu.
12. Menjadi penguasa wilayah, kedudukan tinggi, kebahagiaan sebagai kaisar yang
dicinta, dan juga menjadi raja para dewadi alam kedewaan; segala pahala ini
diperoleh melalui harta karun itu.
13. Kekayaan di alam manusia, kesenangan di alam dewa dan pencapaian Nibbana;
segala pahala ini diperoleh melalui harta karun itu.
14. Pelaksanaan kehidupan luhur yang-setelah didukung dengan kesempunaan
sahabat lalu berusaha dengan penuh kecermatan-tangkas dalam pengetahuan
dan kebebasan, segala pahala ini diperoleh melalui harta karun itu.
15. Kemampuan beranalisa, pencapaian kebebasan, kesempurnaan sebagai siswa
tauladan, pencerahan pacceka buddha, dan tingkat kebuddhaan; segala pahala
ini diperoleh melalui harta karun itu.
16. Pencapaian kebajikan ini mendatangkan manfaat sedemikian banyak. karena itu-
lah, para cendekia bijak memuji ia yang telah menimbun kebajikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar