Senin, 19 September 2011

Reinkarnasi Wujud Keadilan Tuhan

Benarkah reinkarnasi itu ada? Benarkah reinkarnasi adalah salah satu wujud keadilan Tuhan?
Saya teringat artikel yang menceritakan tentang Li Youfu, seorang tokoh terkenal dalam bidang kedokteran tradisonal Tiongkok dan juga pernah menjabat sebagai pakar riset di Badan Riset Ilmu Anatomi Manusia Tiongkok. Dia telah melakukan penelitian system acak terhadap sejumlah remaja yang mempunyai kemampuan supernormal di Pusat Riset Anatomi. Anak-anak ini sebelumnya telah diuji untuk membuktikan bahwa mereka memang benar-benar mempunyai kemampuan melihat masa lalu, dan mampu melihat menembus ke dalam tubuh manusia serta memiliki teleportasi yang kuat.

Semua anak ini diminta untuk melihat kehidupan seseorang sebelumnya. Anak-anak yang diteliti ini berasal dan lahir dari kota yang berbeda, dan tidak saling kenal satu sama lainnya, serta belum pernah bertemu muka. Namun kehidupan masa lalu orang yang berhasil mereka lihat sama persis satu sama lainnya. Sebagai contoh, ada seorang putri cacat yang sangat terkenal (disini tidak disebutkan namanya). Pada usia dua tahun anak ini dilindas kereta api hingga kedua lengannya putus.Lalu anak ini belajar menulis dengan menggunakan kakinya, juga meneliti tulisan-tulisan pada prasasti cangkang penyu. Kemudian sejumlah anak yang memiliki kemampuan supernormal diminta untuk melihat remaja putri ini, mengapa remaja putri ini bisa sampai kehilangan kedua belah lengannya.

"Seorang anak supernormal yang berasal dari Beijing mengatakan bahwa, si remaja putri ini dulunya adalah seekor hewan yang sangat buas, dan telah melakukan begitu banyak kejahatan dengan kedua belah tangannya, sehingga pada kehidupannya sekarang ini, sang remaja putri harus melunasi semua hutang-hutang karmanya."

"Seorang anak supernormal lainnya yang berasal dari Guangzhou pun menceritakan hal yang persis serupa dengan hal yang diceritakan oleh anak yang berasal dari Beijing ini, dan menambahkan bahwa pada kehidupannya yang sekarang ini, sang remaja putri jauh lebih welas asih, yang mungkin akan dapat memperoleh Buah Sejati pada kehidupannya yang akan datang."

"Kemudian ada lagi seorang anak supernormal yang dapat melihat dengan lebih jelas lagi, yang mengatakan bahwa sang remaja putri itu dulunya adalah seekor kelabang, yang berhasil melatih diri sehingga memiliki sejumlah kemampuan gaib, semua kaki-kakinya berubah menjadi putih. Binatang ini banyak membunuh orang, sehingga pada saat ia terlahir di kehidupan ini, kedua lengannya sangat putih. Kemudian si remaja putri pun mengakui, bahwa pada saat lahir, kedua lengannya memang sangat putih dan indah."

Li Youfu sendiri juga pernah mempunyai seorang pasien, yang merasa nyeri yang teramat sangat mulai bagian pinggangnya hingga kaki, namun setelah diperiksa dengan metode apa pun tidak dapat terdeteksi penyakit yang dideritanya. Tetapi ia benar-benar merasa sakit. Kemudian Li Youfu mendapati bahwa pada kehidupan terdahulunya ia adalah seorang pejabat yang suka menganiaya orang lain, dengan kejam memukuli orang sampai tak kuasa menahan sakit, sehingga pada kehidupannya sekarang ini ia pun harus menderita rasa sakit serupa."

Dari seluruh cerita tersebut, saya menjadi penasaran apakah reinkarnasi itu benar ada. Kebetulan saya mempunyai beberapa teman yang juga mempuyai kemampuan supernormal. Dua orang dari mereka saya tanyakan apakah mereka percaya tentang reinkarnasi. Keduanya menjawab bahwa selama ini dia juga tidak percaya sama sekali adanya reinkarnasi, apalagi di agama mereka juga tidak pernah menyinggung atau menyebut tentang reinkarnasi sama sekali. Namun setelah mereka mempunyai kemampuan supernormal dan telah mampu melihat kehidupan mereka sebelum-sebelumnya, mereka baru percaya bahwa reinkarnasi itu memang ada. Dari kemampuan mereka, mereka diperlihatkan bagaimana kehidupan saat mereka menjadi manusia yang jahat, haus kekuasaan dan juga sangat gila wanita, sampai begitu lupa diri, namun kemudian di kehidupan berikutnya dia bisa melihat bagaimana hidup mereka saat menjadi manusia yang harus membayar semua dosa-dosa dia di kehidupan sebelumnya, adalah begitu miskin dan sengsara. Bahkan salah satu dari mereka mengatakan akhirnya dalam kemiskinannya diapun mati menderita karena cinta yang tak terbalas pula.

Meskipun saya tidak mempunyai kemampuan supernormal apapun, saya menjadi percaya bahwa reinkarnasi itu memang benar ada. Setidaknya reinkarnasi itu telah menjawab letak keadilan Tuhan yang selama ini saya pertanyakan. Sebelum saya menjadi praktisi Falun Dafa, saya selalu bertanya tentang keadilan Tuhan. Kalau Tuhan memang adil kenapa ada yang dilahirkan cacat, ada yang terlahir di keluarga miskin dan ada yang di keluarga kaya, serta ada yang terlahir dengan wajah cantik tetapi ada yang buruk rupa.

Dari buku Zhuan Falun saya mendapatkan semua jawaban yang selama ini saya cari, tentang semua misteri kehidupan, tentang arti sejati-baik-sabar yang sesungguhnya, tentang hakikat dan tujuan menjadi manusia yang sebenarnya. Dari buku tersebut saya percaya bahwa Tuhan itu memang benar-benar adil, Dia berikan kondisi dan jalan hidup manusia (takdir), sejak dari lahir sampai tutup usia, semua telah diatur sesuai dengan banyak sedikitnya dosa dan pahala dari kehidupan seseorang sebelumnya. Dan saya menjadi percaya bahwa penderitaan bukanlah suatu yang buruk, yang perlu ditangisi, karena semua adalah dosa-dosa kita sendiri dimasa lalu kita, yang harus kita bayar di kehidupan kita yang sekarang ini. Saya juga tidak perlu berkecil hati karena setelah saya jalani kehidupan ini, dengan segala penderitaan batin ataupun fiisk, dengan lapang dada, saya pun akan mempunyai kehidupan yang baik di kehidupan saya berikutnya. Kalaupun belum kembali ke surga, setidaknya kehidupan yang gemilang menanti saya.

Berbicara pergi ke surga, dulu yang saya pahami adalah kalau saya sebagai umat yang beragama dan menjalankan semua kewajiban yang diperintahkan Tuhan, maka saya bisa naik ke surga. Ternyata adalah tidak semudah itu, saya harus benar-benar meletakkan semua kepentingan pribadi serta mengikis enam nafsu dan tujuh perasaan manusia saya, dengan menghambarkan semua itu, serta selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu. Karena kalau saya masih terikat kuat dengan semua itu, maka tanpa sadar atau tanpa sengaja saya masih akan selalu menambah dosa baru dalam kehidupan ini. Maka bagaimana orang penuh dosa bisa masuk ke surga? Mungkin saya masih harus reinkarnasi lagi, syukur-syukur jadi manusia lagi jadi masih ada kesempatan menebus dosa-dosa saya untuk bisa kembali ke surga. Saya percaya bahwa membayar dosa adalah dengan menderita, bukan sekedar memohon ampun kepada Tuhan. Dulu saya selalu bertanya kenapa seseorang yang selalu berdoa dan memohon ampun kepada Tuhan, tetapi tetap saja penyakit atau kesengsaraan dan kesulitan hidup seseorang tetap tidak berkurang, apakah Tuhan pillih kasih dalam mengabulkan doa hambaNya? Ternyata jawabannya saya temukan di buku Zhuan Falun. Saya benar-benar berterima kasih telah berjodoh bertemu dengan buku ini sehingga mengetahui semua prinsip kehidupan. (Erabaru/ran)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar