Jumat, 16 September 2011

Perlukah Vaksin Ulang Hepatitis B Saat Remaja?


ANCAMAN penyakit hepatitis B memang selalu mengintai. Karenanya, vaksin sedini mungkin menjadi antisipasi utama yang harus dilakukan.
Sudahkah Anda melakukan vaksinasi hepatitis B pada saat lahir dan masa balita dulu? Jika belum, segeralah pergi ke dokter dan melakukan vaksin tersebut untuk memproteksi Anda terhadap serangan virus hepatitis B.

Pasalnya, penyakit hepatitis B ini merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Diperkirakan lebih dari 2 miliar orang terinfeksi virus hepatitis B dan lebih dari 360 juta terinfeksi kronik dengan risiko tinggi kematian karena sirosis. (pengerasan hati) dan karsinoma hepatoselular (kanker hati).

Sesuai dengan jadwal imunisasi yang ada di Indonesia, biasanya pemperian vaksin hepatitis B diberikan tiga kali ketika anak-anak baru lahir dan kemudian ketika mereka berusia 1 bulan dan dilanjutkan dengan usia 6 bulan. Diharapkan dengan adanya vaksin tersebut akan memutus transmisi virus hepatitis B.
Namun, sejalan dengan pertambahan usia biasanya antibodi terhadap virus hepatitis B pun menurun. Lantas, perlukah dilakukan vaksinasi ulang ketika remaja untuk mengaktifkan antibodi agar proteksi tubuh lebih maksimal?

"Bagi anak-anak yang sehat dan daya tubuhnya normal atau dalam bahasa kedokteran disebut imunokompeten memang tidak diperlukan. Dalam artian, imunokompeten ini yakni mereka yang daya tahan tubuhnya normal atau pernah mendapat vaksin hepatitis B sebelumnya dan diketahui pernah membentuk antibodi terhadap vaksin hepatitis B. Mereka dengan kategori ini tidak memerlukan vaksin ulangan," ujar dr Hartono Gunardi SpA(K) kepada wartawan usai sidang disertasinya yang berjudul "Evaluasi Vaksin Hepatitis B Primer yang Diberikan Saat Umur 0-5 tahun pada Remaja 15-21 tahun: Kajian Imunitas Humoral, Imunitas Selular dan Karakteristik Genetik Virus Hepatitis B" di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis lalu.
Dilanjutkan dr Hartono, bahwa ketika seseorang telah mendapatkan vaksin hepatitis B dan kemudian ketika diperiksa antibodinya timbul tetapi ketika diperiksa lagi beberapa waktu kemudian (misalnya saat SMA atau berusia 18 tahun) antibodinya sudah negatif namun dia pernah vaksinasi, maka tak perlu divaksinasi lagi.

Hanya saja, dr Hartono menegaskan ketika yang bersangkutan belum pernah melakukan pemeriksaan dan melalui vaksinasi, maka sebaiknya dia perlu diperiksa lebih dulu.
"Jika dia belum pernah diperiksa dan ada keluarga yang menderita hepatitis B menahun, sebaiknya segera diperiksakan lebih lanjut. Pasalnya jika dalam satu keluarga ada yang terinfeksi, maka dia bisa menularkan ke anggota keluarga yang lain, baik melalui air liur, tukar-tukaran sikat gigi, handuk dan sebagainya," pesan dr Hartono.

sumber; okezone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar