Kamis, 01 September 2011

PERKEMBANGAN MUTAKHIR SEJARAH DUNIA

A.    Ekonomi Jepang Pasca Perang
      Setelah Perang Dunia ke-II, ekonomi jepang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga ini disebut Keajaiban Ekonomi Jepang Pasca Perang. Nama ini diberikan kepada fenomena sejarah rekor periode pertumbuhan ekonomi Jepang seusai Perang Dunia II, yang didorong terutama oleh Investasi Amerika Serikat serta sebagian oleh praktik intervensionisme ekonomi pemerintah Jepang, khususnya melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan Internasional.
      Karakteristik khusus dari ekonomi Jepang selama tahun-tahun “keajaiban ekonomi” antara lain meliputi: kerja sama antara para produsen/manufaktur, pemasok, distributor, dan bank dalam suatu kelompok yang terjalin erat (keiretsu); serikat pekerja perusahaan yang kuat dan shunto; hubungan yang baik dengan birokrat pemerintahan, dan jaminan pekerjaan seumur hidup (shusin koyo) di perusahaan-perusahaan besar serta pabrik-pabrik yang memiliki serikat pekerja kerah biru yang kuat. Sejak tahun 1993, perusahaan-perusahaan Jepang telah mulai meninggalkan sebagian dari norma-norma tersebut dalam usaha untuk meningkatkan profitabilitas dan efisiensi.

B.     Mata uang tunggal Jepang
      Yen Jepang merupakan salah satu mata uang kuat di dunia dan salah satu mata uang yang paling banyak diperdagangkan di pasar valuta asing. Jepang merupakan salah satu Negara industri terkemuka di Asia dan mempunyai posisi yang sangat kuat dalam perdagangan internasional. Namun karena Jepang sangat tergantung dengan bahan mentah yang harus di impor dari luar maka fluktuasi mata uang Yen sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan mentah dan minyak bumi di Pasar Internasional. Belakangan fluktuasi Yen berkaitan erat dengan fluktuasi indeks Nikkei, indeks pasar modal Jepang dan pasar real estate di Negara itu.
      Dalam sejarahnya, perekenomian Jepang mengalami masa suram pada saat embargo minyak awal tahun 70-an. Namun pada saat pengambil alihan Kuwait oleh Irak yang menyebabkan perang teluk tahun 1992 tidak memengaruhi harga minyak sehingga pada peristiwa tersebut perekonomian Jepang tidak terlalu terpengaruh.Mata uang Yen tercatat mencapai nilai tertinggi pada April 1995 yang mencapai rate 1 Dollar sama dengan 80 Yen. Hal ini dapat tercapai karena kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang berusaha  untuk meningkatkan ekspor. Dengan nilai Dollar yang lebih rendah diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekspor produk Amerika serikat dibandingkan produk yang sama buatan Jepang.
Mata Uang tunggal Eropa
Euro adalah mata uang yang dipakai di 16 negara anggota Uni Eropa. Secara giral, mata uang ini mulai dipakai sejak tanggal 1 Januari 1999, tetapi secara fisik baru dipakai pada tanggal 1 Januari 2002. Uang kertas Euro di mana-mana rupanya sama, tetapi uang logamnya di belakang berbeda-beda. Uang logam setiap negara diberi lambangnya sendiri.
Euro dari satu negara boleh dipakai di kedua-belas negara yang lain.
Walaupun uang kertas Euro rupanya sama, tetapi ada juga perbedaan kecil, yaitu nomornya, sehingga bisa diketahui asalnya dari negara yang mana.
·        Di Jerman nomornya mulai dengan X
·        Di Irlandia nomornya mulai dengan T
·        Di Belanda nomornya mulai dengan P
·        Di Yunani nomornya mulai dengan Y
·        Di Perancis nomornya mulai dengan U
·        Di Luxemburg nomornya mulai dengan ?
·        Di Austria nomornya mulai dengan N
·        Di Finlandia nomornya mulai dengan L
·        Di Belgia nomornya mulai dengan Z
·        Di Italia nomornya mulai dengan S
·        Di Portugal nomornya mulai dengan M
·        Di Spanyol nomornya mulai dengan V

Negara-negara yang menggunakan mata uang Euro

Ada enam-belas negara anggota Uni Eropa yang menggunakan Euro sebagai mata uang. Wilayah pengguna mata uang ini disebut sebagai Zona Euro. Sebelas negara pertama mulai menggunakan sejak awal 1999. Yunani menjadi pengguna ke-12 sejak awal 2001. Mulai tanggal 1 Januari 2007 Slovenia turut bergabung. Siprus dan Malta menggunakan sejak 1 Januari 2008. Yang terakhir adalah Slovakia, yang bergabung mulai 1 Januari 2009. Berikut adalah negara-negara pengguna mata uang ini:
1.      Jerman
2.      Irlandia
3.      Belanda
4.      Perancis
5.      Luxemburg
6.      Austria
7.      Finlandia
8.      Belgia
9.      Italia
10.  Portugal
11.  Spanyol
12.  Yunani
13.  Slovenia
14.  Siprus
15.  Malta
16.  Slowakia
Selain itu beberapa negara kecil juga memakai Euro:
1.      Andorra
2.      Monako
3.      San Marino
4.      Vatikan
Beberapa daerah juga diperbolehkan memakai Euro sebagai mata uang:
1.      Montenegro
2.      Kosovo

C.    Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC)
      OPEC adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak. Organisasi ini didirikan dengan maksud untuk mengatur produksi dan harga minyak mentah. OPEC didirikan pada tanggal 14 November 1960 atas prakarsa negara Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Indonesia menjadi anggota OPEC sejak tahun 1962. Anggota OPEC mengalami peningkatan dengan masuknya negara Aljazair, Ekuador, Gabon, Libya, Qatar, Nigeria, dan Persatuan Emirat Arab.

D.    Kerjasama Utara-Selatan
I . Proses Lahirnya Kerja Sama Utara dan Selatan
Proses kelahiran kerja sama Utara-Selatan diawali dari pertemuan negara-negara penghasil minyak dengan negara-negara konsumen minyak pada tanggal 7 April 1975 di Paris, Prancis. Pertemuan tingkat menteri ini kemudian dipopulerkan secara resmi dengan istilah Konferensi Kerja Sama Ekonomi Internasional yang pertama kali diadakan pada 16-18 Desember 1975 di Paris. Forum ini kemudian lebih dikelan dengan istilah dialog Utara-Selatan. Di dalam forum ini termasuk di dalamnya pertemuan-pertemuan nonformal, nonpemerintah, dan non-PBB.
Amerika Serikat dan Prancis sebagai pemrakarsa forum dialog Utara-Selatan memandang perlu diadakan kerja sama antar negara-negara pengguna minyak dengan negara-negara penghasil minyak. Hal ini guna menanggulangi terjadinya krisis energi (minyak), krisis ekonomi, dan embargo minyak. Itikad disambut baik oleh negara-negara penghasil minyak, sehingga mengahsilkan konferensi kerja sama ekonomi internasional pada bulan Desember 1975 di Paris. Negara-negara industri memandang bahwa kelangsungan ekonomi dan kehidupan industri sangat bergantung pada sektor energi.
Pada awalnya, kerja sama Utara-Selatan hanya beranggotakan negara-negara yang hadir pada Konferensi Kerja Sama Ekonomi Internasional di Paris, yaitu 27 negara. Di dalam perkembangannya, forum ini meluas dan berkembang menjadi forum kerja sama antara negara-negara industri dengan negara-negara yang sedang berkembang. Pada Konferensi Kerja Sama Ekonomi Internasional pertengahan Desember 1975 di Paris telah dihadiri oleh negara-negara yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), Jepang, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Spanyol, Swedia, dan Swiss sebagai wakil pihak Utara. Sedangkan pihak Selatan dihadiri Aljazair, Argentian, Brasilia, Kamerun, Mesir, India, Indonesia (wakil dari ASEAN), Iran, Irak, Jamaica, Mexico, Nigeria, Pakistan, Peru, Arab Saudi, Venezuela, Yugoslavia, Zaire, dan Zambia.
Melihat keberhasilan pada sidang pertama pada bulan Desember 1975 di Paris, maka kemudian direncanakan persidangan kedua di Paris bulan Desember 1976. Namun, karena adanya beberapa halangan seperti perilu di Amreika Serikat, Jerman Barat, dan Jepang, maka sidang kedua ini ditunda pada Juni 1977.
Diantara kedua sidang tersebut, telah dilaksanakan persidangan tingkat pejabar tinggi dan sidang kelompok anggota (April-November 1976). Persidangan ini bermaksud untuk membantu pemecahan persoalan yang akan diputuskan pada sidang tingkat menteri pada Mei/Juni 1977.
Dari dua kali Konferensi Kerja Sama Ekonomi Internasional dan ditambah hasil persidangan perantara, maka forum dialog Utara-Selatan telah mengalami perkembangan. Kerja sama ini tidak hanya dalam hal perdagangan minyak di pasaran internasional, tetapi juga meluas ke bidang energi, bahan mentah, pembangunan, dan keuangan, dan sektor lainnya yang mendukung perekonomian global.

II. Tujuan Kerja Sama Utara dan Selatan
Secara umum tujuan forum Utara-Selatan adalah sebagai berikut:
a.Mengharmoniskan hubungan antara negara-negara industri dengan negara-negara yang sedang berkembang. Tata perekonomian internasional telah menuntut suatu orde baru yang memerlukan adanya dialog dan kerja sama antara pihak Utara dengan pihak Selatan.
b.Mengikutsertakan partisipasi negara-negara berkembang dalam tatanan dan hubungan ekonomi internasional. Untuk merealisasikan tujuan ini, negara berkembang aktid dalam pengambilan keputusan di forum PBB dan di forum-forum di luar PBB.
c.Untuk membagi keuntungan secara adil dari hasil perdagangan internasional.

Melihat dari tujuannya, maka kerja sama Utara-Selatan dapat diartikan sebagai forum komunikasi timbal balik yang saling menguntungkan. Dari forum komuniksi ini telah melahirkan adanya sikap untuk saling mendidik, saling meyakinkan, dan saling mengubah tata susunan dunia. Dalam kerja sama ini telah terjalin hubungan antarpemerintah dan hubungan antarpihak swasta.

III. Hubungan Antara Utara dan Selatan
Istilah Utara dan Selatan sebenarnya lebih bermakna ekonomis daripada geografis. Utara diidentifikasikan sebagai keompok negara-negara maju, sedangkan Selatan cenderung dialamatkan kepada negara-negara berkembangatau negara Dunia Ketiga. Negara-negara Utara mencakup negara-negara maju yang terletak di Eropa Barat, Amerika, dan Kanada. Negara-negara Selatan mencakup negara-negara yang terletak di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Secara ekonomis, negara-negara maju memiliki ekonomi yang kuat, sedangkan negara-negara berkembang relatif memiliki ekonomi yang lemah. Dari segi kekayaan alam, negara-negara maju tidak memiliki sumber alam yang cukup. Meskipun demikian, kekurangan tersebut dapat diatasi dengan penguasaan teknologi.
Perbedaan kondisi sosial, ekonomi, budaya antara pihak Utara-Selatan menggiring mereka kepada keadaan saling ketergantungan (interdepedensi). Di satu sisi, negara-negara Utara memiliki keunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, namun kurang didukung oleh sumber kekayaan alam yang melimpah. Sebaliknya, negara-negara Selatan memiliki sumber alam yang relatif melimpah, namun tanpa didukung oleh penguasaan teknologi. Dengan kondisi ini, kedua pihak menganggap penting adanya kerja sama Utara-Selatan.
Pokok persoalan dalam kerjasama Utara-Selatan adalah upaya perubahan dalam tata hubungan dunia baru yang lebih adil. Hubungan tersebut harus berubah dari bentuk pemerasan oleh Utara ke bentuk pembagian keuntungan bersama. Dengan kata lain, hubungan tersebut harus berubah dari bentuk subordinasi ke bentuk kemitraan.
Namun pada kenyataannya, bentuk hubungan Utara-Selatan masih cenderung berpola dominasi-subordinasi. Bentuk kerjasama itu hanya menciptakan kemakmuran bai negara-negara Utara. Negara-negara Selatan masih mengalami berbagai kekurangan.Misalnya, penurunan nilai tukar bagi barang-barang yang dihasilkannya, perusakan lingkungan, dan ketergantungan yang semakin tinggi terhadap negara-negara Utara.
Negara-negara Utara cenderung memaksakan model pembangunan mereka terhadap negara-negara Selatan. Pemaksaan itu mereka lakukan melalui perundingan-perundingan dalam lembaga keuangan internasional. Bank dunia dan IMF (International Monetary Fund), yang semula direncanakan sebagai lembaga keuangan untuk menolong semua negara di dunia dalam pembangunan, ternyata dipakai sebagai alat oleh negara-negara Utara untuk memaksakan model pembangunan yang menguntungkan negara-negra yang lebih kuat. Bank dunia dan IMF mengeluarkan Program Penyesuaian Struktural atau SAP (Structural Adjustment Program) yang intinya memaksa negara-negara yang mendapatkan bantuan utang untuk lebih membuka pasar dalam negeri mereka, menekankan kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang-barang yang bisa diekspor, dan mengurangi subsidi pemerintah terhadap sektor publik. Di Afrika dan Amerika Latin, program ini menciptakan kemiskinan di kalangan rakyat jelata.
Sehubungan dengan berbagai keadaan yang dialami oleh negara-negara Selatan itu, diadakan pembenahan di kalangan negara-negara Selatan sendiri. Negara-negara Selatan meningkatkan kekuatan politik dan ekonomi mereka. Selatan membangun berbagai jalinan dan membangun kekuatan kolektifnya melalui kegiatan positif di dalam dirinya dan tidak membuat posisi berhadap-hadapan dengan negara-negara Utara.
Di pihak lain, Utara harus membiarkan negara-negara Selatan bebas melaksanakan berbagai strategi pembangunan alternatif mereka, tanpa melakukan diskriminasi atau sabotase terhadap negara-negara tersebut. Negara-negara di Utara harus melaksanakan kebijakan ekonomi dan kebijakan luar negeri yang didasarkan atas kepentingan jangka panjang yang sehat yang akan menjaga kelestarian umat manusia dan bumi. Dalam jangka panjang, pendekatan semacam itu akan sejalan dengan kepentingan penduduk Utara itu sendiri.
Negara-negara Selatan dengan kecenderungan untuk memperoleh posisi tawar-menawar yang seimbang dengan negara-negara Utara, terkonsentrasi dalam organisasi seperti Kelompok 77 dan Gerakan Non-Blok (GNB). Dalam wadah-wadah itulah, negara-negara Selatan menyalurkan aspirasi mereka.
Dalam KTT GNB XI di Jakarta tahun 1992, salah satu keputusan penting yang diambil adalah perlunya suatu Nort-South Dialogue (dialog Utara-Selatan). Dialog ini difokuskan pada masalah-masalah perdaganagn barang komoditas internasional. Negara-negara Selatan menginginkan komposisi harga yang adil dari penjualan komoditas tersebut dalam kerangka New Partnership For Development (kemitraan bagi perkembangan). Dalam dialog Utara-Selatan juga dibicarakan masalah bantuan keuangan bagi negara-negara berkembang dan pengurangan beban utang luar negeri. Bidang pertanian dan industri uga menjadi pokok masalah yang diupayakan untuk dibicarakan.
Posisi GNB dalam kerangka kerja sama Utara-Selatan menjadi semakin memiliki arti sejak berakhirnya Perang Dingin. Sebagai suatu gerakan politik. GNB menjadi semakin penting eksistensinya dalam memperjuangkan apa yang disebut dengan . ”tata ekonomi dunia yang lebih adil”. Fokus gerakannya adalah mengajak negara-negara maju untuk memberikan perhatian yag lebih luas dan bersikap lebih adil erhadap proses pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang.

IV. Negara-Negara Kelompok Selatan
Negara-negara Kelompok Selatan adalah sebutan Negara-negara berkembang (dunia ketiga) yang kebetulan mayoritas terletak di belahan dunia bagian selatan dengan mata pencaharian utama di bidang pertanian dan dalam tingkat kemakmurannya yang masih rendah. Kelompok Selatan terdiri atas Negara-negara yang baru merdeka dan berkembang yang berjumlah puluhan, diantaranya Indonesia. Negara-negara berkembang ini dahulu merupakan bekas Negara-negara koloni yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Berkebudayaan tradisional
Ekonomi agraris dan pendapatan per kapita rendah
Tingkat kelahiran tinggi
Kemiskinan dan pengangguran tinggi

Dalam menghadapi Kelompok Utara yang menguasai perekonomian dunia, Kelompok Selatan membentuk persekutuan yang lebih dikenal sebagai kelompok 77 dengan anggotanya mula-mula 77 negara (1964) dan pada tahun 1990 sudah lebih dari seratus Negara.
Kelompok 77 dengan gigih berjuang mendesak Kelompok Utara agar tata perekonomian lama yang hanya menguntungkan Kelompok Utara dirombak sehingga terjadi pemerataan dan keadilan dalam kemakmuran. Perjuangan Kelompok Selatan melawan kemiskinan mendapat dukungan dari organisasi seperti OPEC. Sementara itu Kelompok Utara, yang sebelumnya saling bersaing sendiri, akhirnya bersatu dalam KTT di London,Venesia, dan Tokyo untuk menyamakan langkah dalam menghadapi Kelompok Selatan.

V. Negara-Negara Kelompok Utara
Negara-Negara Kelompok Utara adalah sebutan bagi Negara-negara maju/Negara industri yang mayoritas terletak di belahan bumi bagian utara. Terdiri atas Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Jepang yang merupakan satu-satunya Negara Asia. Ketujuh Negara tersebut dikenal sebagai “Group of Seven” atau G-7.
Dalam usaha mempertahankan kedudukannya sebagai Negara industri setelah masa penjajahannya berlalu, mereka bersekutu. Untuk waktu-waktu tertentu diadakan pertemuan puncak guna membicarakan masalah-masalah yang dihadapi. Dengan teknologi yang makin canggih, produksi industri makin meningkat. Mereka juga waspada terhadap Negara-negara berkembang yang bergabung dalam Kelompok Selatan.
Dalam hubungan antara Negara-negara industri dengan Negara-negara kelompok Selatan, sangat tidak berimbang karena keuntungan hanya dinikmati Negara-negara maju. Buktinya sebagai berikut:
Negara-negara berkemang terbebani utang yang besar dengan bunga yang tinggi dan banyak yang mengalami kredit macet.
Produk-produk ekspor Negara-negara berkembang sulit menembus pasar di Negara-negara maju

VI. Kelompok Selatan-Selatan
Kelompok Selatan semakin yakin bahwa kerjasama Selatan-Selatan dirasakan semakin perlu digalang, tidak dapat terus menerus menunggu belas kasihan Kelompok Utara. Tokoh Kelompok Selatan-Selatan ialah Julius Nyerere, mantan Presiden Tanzania. Berkat pengertian yang semakin baik, lima besar Negara-negara Selatan mengadakan Pertemuan Tingkat Tinggi di Kuala Lumpur (1990). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto. Sejumlah keputusan diambil dalam usaha mempererat kerja sama, seperti penurunan tarif perdagangan dan meningktkan perdagangan.

VII. Dialog Utara Selatan
Salah satu perjuangan utama negara-negara dunia ketiga adalah mengubah hubungan ekonomi internasional. Mereka berusaha mendapatkan modal, teknologi, dan kecakapan manajemen dari Negara-negara maju, tetapi Negara-negara maju ingin mempertahankan Status Quo. Melalui konferensi kerja sama ekonomi internasional di Paris, tanggal 16-18 Desember 1975, mulai dirintis “Dialog Utara-Selatan” untuk mencari titik-titik kesepakatan dalam menuntut perimbangan distribusi kekayaan yang lebih adil dan partisipasi yang lebih besar bagi Negara-negara berkembang dalam hubungan ekonomi dan pengambilan keputusan internasional seperti forum PBB maupun forum Non-PBB.
E.     Association of  South East Asia (ASEAN)
      Organisasi ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. ASEAN merupakan organisasi kerja sama regional yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
      Organisasi ini lahir melalui Deklarasi Bangkok, yang ditanda-tangani para menteri luar negeri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Anggota ASEAN kemudian bertambah menjadi tujuh negara dengan masuknya secara resmi Brunei Darussalam dan Vietnam. Saat ini, anggota ASEAN berjumlah sepuluh negara dengan masuknya Kamboja, Laos, dan Myanmar sebagai anggota baru.
Tujuan-tujuan ASEAN berikut ini :
1)   Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan di wilayah Asia Tenggara.
2)   Memajukan perdamaian dan stabilitas keamanan di Asia Tenggara.
3)   Meningkatkan kerja sama secara aktif dan saling bantu dalam bidang ekonomi, sosial, teknologi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknik, dan administrasi.
4)   Saling membantu dalam fasilitas-fasilitas latihan dan penelitian dalam bidang penelitian, profesi, teknik dan administrasi.
5)   Bekerja sama dalam memanfaatkan bidang-bidang pertanian dan industri.
6)   Meningkatkan studi mengenai Asia Tenggara.
7)   Memelihara kerja sama yang erat dan menguntungkan dengan organisasi internasional dan regional serta mengusahakan jalan untuk lebih mempererat kerja sama antara negara-negara anggota.
      Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menyelenggarakan kerja sama intern khususnya dalam bidang ekonomi, maka dibentuklah komite-komite sebagai berikut.

1)   Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (Committee on Food Agriculture and Forest = COFAF)
      Komite ini berkedudukan di Indonesia dan melakukan kegiatan dengan mengadakan berbagai proyek. Selanjutnya, dalam pelaksanaannya untuk suplai bahan makanan atau kebutuhan pokok dikoordinasi oleh Indonesia, perikanan oleh Thailand, kehutanan oleh Malaysia, dan pertanian oleh Filipina. Komite ini mengadakan kerja sama dengan sesama anggota ASEAN dan menjalin hubungan dengan negara-negara lain atau organisasi yang lain, misalnya: Uni Eropa, Jepang, Selandia Baru, dan Australia.

2)   Komite Perdagangan dan Pariwisata (Committee on Trade and Tourism = COTT)
            Komite ini berkedudukan di Singapura dan melakukan kegiatankegiatan seperti mengadakan perjanjian perdagangan ASEAN dan mengadakan promosi kepariwisataan.

3)   Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on Finance and Banking)
            Komite ini berkedudukan di Thailand. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah seperti pembentukan dana, memberikan pendukung perpajakan yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan mencari bantuan modal dari negara-negara maju.

4)   Komite Industri, Pertambangan, dan Energi (Committee on Industri, Mining and Energy = OIME)
            Komite ini berkedudukan di Filipina. Melakukan kegiatan dalam bidang industri pertambangan dan energi.

5)   Komite Transportasi dan Komunikasi (Committee on Transportation and Communication)
            Tempat kedudukan komite ini di Malaysia. Kegiatan yang dilakukan komite ini dalam bidang transportasi dan komunikasi di mana pelaksanaannya dibagi dalam sub-sub komite, yaitu sub komite perhubungan darat, subkomite pelayanan dan pelabuhan, dan subkomite pos dan telekomunikasi.

6)   Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee On Cultural and Information)
            Komite ini melakukan kegiatan dalam bidang kebudayaan dan informasi. Misalnya, pengembangan misi budaya, baik di kawasan ASEAN maupun di luar ASEAN. Tukar-menukar informasi di antara negara-negara ASEAN contohnya mengadakan pameran budaya.

F.     Gerakan Non Blok (GNB)
      Gerakan Non-Blok (GNB) adalah suatu organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, adalah untuk menjamin "kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok" dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid, Zionisme, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik. Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia. Anggota-anggota penting di antaranya Yugoslavia, India, Mesir, Indonesia, Pakistan, Kuba, Kolombia, Venezuela, Afrika Selatan, Iran, Malaysia, dan, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat Tiongkok. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO atau Pakta Warsawa, negara-negara anggotanya tidak pernah mempunayi kedekatan yang diingikan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah satu negara-negara adidaya tersebut. Misalnya, Kuba mempunyai hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Atau India yang bersekutu dengan Uni Soviet untuk melawan Tiongkok selama beberapa tahun. Lebih buruk lagi, beberapa anggota bahkan terlibat konflik dengan anggota lainnya, seperti misalnya konflik antara India dengan Pakistan, Iran dengan Irak. Gerakan ini sempat terpecah pada saat Uni Soviet menginvasi Afghanistan pada tahun 1979. Ketika itu, seluruh sekutu Soviet mendukung invasi sementara anggota GNB, terutama negara dengan mayoritas muslim, tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk Afghanistan akibat adanya perjanjian nonintervensi.

G.    Organisasi Konferensi Islam sedunia (OKI)
Bendera Organisasi Konferensi Islam
      Organisasi Konferensi Islam (OKI) bahasa Arab: منظمة المؤتمر الإسلامي) adalah sebuah organisasi antarpemerintahan yang menghimpun 57 negara di dunia. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerusalem.

Keanggotaan Penuh

Disusun berdasarkan bergabungnya ke OKI

H.    Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
      APEC merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik yang beranggotakan 18 negara di dunia. Didirikan pada tahun 1989 dan hingga kini telah beberapa kali bersidang. Dalam pertemuan kedua para pemimpin negara-negara APEC di Bogor (Indonesia) pada November 1994 dicetuskan deklarasi yang kemudian populer disebut Deklarasi Bogor yang terdiri atas sebelas butir pernyataan. Salah satu butir penting dalam deklarasi itu menyatakan bahwa di antara negara-negara anggota APEC akan diberlakukan suatu sistem yang disebut perdagangan bebas. Perdagangan bebas akan diberlakukan dalam dua tahap, yakni diterapkan pada tahun 2010 di kalangan negara-negara maju anggota APEC dan untuk negara-negara yang masih berkembang diterapkan pada tahun 2020. Dalam pertemuan ketiga APEC di Osaka (Jepang) disepakati bahwa perdagangan bebas tersebut akan diberlakukan untuk semua sektor perdagangan. Tujuan pokok APEC adalah melakukan liberalisasi perdagangan dan investasi, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Anggota APEC adalah: Australia, Indonesia, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Jepang, Filipina, Kanada, Korea Selatan, Singapura, Cili, Malaysia, Taiwan, Cina, Meksiko, Thailand, Peru, Rusia, Vietnam, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

I.       World Trade Organization (WTO)
      WTO merupakan badan kerja sama PBB yang bergerak di bidang perdagangan internasional untuk mempertahankan tata niaga internasional dan pengaturan perdagangan secara umum. WTO dibentuk di Genewa, Swiss pada tahun 1947 dalam konferensi yang diselenggarakan oleh PBB dan diikuti oleh 23 negara. Manfaat dibentuknya WTO adalah memperlancar arus barang dan jasa melalui pengurangan tarif dan bea masuk yang tinggi sehingga saling menguntungkan negara-negara anggota.

J.      Kelompok G 8 dan G 15
G 8
      G 8 (singkatan dari Group of Eight; bahasa Indonesia: Kelompok Delapan) adalah koalisi delapan negara termaju di dunia: Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat (G6, 1975), Kanada (G7, 1976) dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni Eropa. Peristiwa terpenting dalam G8 adalah pertemuan ekonomi dan politik tahunan yang dihadiri para kepala negara dan pejabat-pejabat internasional, meski selain itu masih ada pertemuan-pertemuan dan penelitian-penelitian kebijakan lainnya yang lebih kecil.
Para pemimpin G8 saat ini adalah:
  • Kanada — Perdana Menteri Stephen Joseph Harper
  • Perancis — Presiden Nicolas Sarkozy
  • Jerman — Kanselir Angela Dorothea Merkel
  • Italia — Perdana Menteri Silvio Berlusconi
  • Jepang — Perdana Menteri Yukio Hatoyama
  • Rusia — Presiden Dmitry Anatolyevich Medvedev
  • Britania Raya — Perdana Menteri James Gordon Brown
  • Amerika Serikat — Presiden Barack Obama
  • Uni Eropa — Presiden Dewan Eropa, Presiden Komisi Eropa dan Presiden Parlemen Eropa
  • Direktur Dana Moneter Internasional (IMF)

Latar belakang dan sejarah

      G8 berakar dari krisis minyak 1973 dan resesi dunia yang terjadi selanjutnya. Masalah-masalah ini membuat Amerika Serikat mendirikan kelompok bernama Library Group, sebuah perkumpulan para pejabat keuangan senior dari Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, untuk mendiskusikan masalah-masalah ekonomi. Pada 1975, Presiden Perancis Valéry Giscard d'Estaing mengundang para kepala negara enam negara demokratis besar yang maju ke pertemuan G6 yang pertama di Rambouillet dan menawarkan ide untuk adanya pertemuan tetap. Para peserta setuju terhadap rencana pertemuan tahunan dengan jabatan kepresidenan kelompok tersebut yang bergilir, dan mendirikan apa yang dinamakan G6 (Kelompok Enam) yang terdiri dari Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, dan Britania Raya. Pada pertemuan kedua di Puerto Riko, G6 menjadi G7 dengan masuknya Kanada.
      Setelah berakhirnya Perang Dingin, pada 1991 Rusia (saat itu masih Uni Soviet) mulai bertemu dengan G7 setelah pertemuan utama. Sejak pertemuan tahun 1998 di Birmingham, Rusia diizinkan untuk turut serta lebih banyak, menandai terciptanya G8. Meskipun begitu, Rusia tidak mengikuti pertemuan untuk para menteri keuangan karena negara tersebut masih bukan merupakan kekuatan ekonomi yang besar.

Struktur dan kegiatan

      G8 tidak didukung oleh pemerintahan transnegara, berbeda dari organisasi-organisasi seperti PBB atau Bank Dunia. Jabatan presiden G8 digilirkan antar negara-negara anggota setiap tahun, dengan masa bakti yang dimulai pada 1 Januari.
      Pertemuan para menteri yang berasal dari bidang-bidang seperti kesehatan, penegakan hukum, dan tenaga kerja mendiskusikan masalah-masalah yang menjadi kekhawatiran antara negara anggota atau dunia. Dari seluruh pertemuan para menteri tersebut, yang paling terkenal adalah G7, yang membicarakan masalah keuangan.

G 15
      G-15 adalah sebutan bagi sebuah kelompok oposisi di Eritrea yang menentang kebijakan Presiden Isaias Afewerki yang menunda-nunda pelaksanaan pemilihan umum dan pelaksanaan Konstitusi. Anggota kelompok ini terdiri dari bekas anggota Front Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (FRDK), yang telah memerintah Eritrea sejak kemerdekaannya pada 1993. Menurut pernyataan FRDK, anggota-anggota G-15 itu percaya bahwa tugas terpenting mereka adalah "menyusun sel-sel rahasia di dalam dan di luar negeri". Dari 15 pembangkang yang menjadi anggota kelompok ini, 11 orang dipenjarakan, 3 orang menetap di Amerika Serikat, dan satu orang sisanya, Muhammad Berhan Belata, mengundurkan diri dari kelompok ini dan kembali bergabung dengan pemerintah.

K.    Peran International Monetary Fund (IMF)
      Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) adalah organisasi internasional yang bertanggungjawab dalam mengatur sistem finansial global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah-masalah keseimbangan neraca keuangan masing-masing negara. Salah satu misinya adalah membantu negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi yang serius, dan sebagai imbalannya, negara tersebut diwajibkan melakukan kebijakan-kebijakan tertentu, misalnya privatisasi badan usaha milik negara. Dari negara-negara anggota PBB, yang tidak menjadi anggota IMF adalah Korea Utara, Kuba, Liechtenstein, Andorra, Monako, Tuvalu dan Nauru.
      Lembaga ini berawal ketika PBB mensponsori Konferensi Keuangan dan Moneter di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat pada tanggal 22 Juli, 1944. Artikel tentang Perjanjian IMF berlaku mulai 27 Desember 1945, dan organisasi IMF terbentuk pada tanggal 27 September 1945, sebagai bagian dari rencana rekonstruksi pasca Perang Dunia II dan memulai operasi finansial pada 1 Maret 1947.
      Lembaga ini, bersama Bank untuk Penyelesaian Internasional dan Bank Dunia, sering pula disebut sebagai institusi Bretton Woods. Ketiga institusi ini menentukan kebijakan moneter yang diikuti oleh hampir semua negara-negara yang memiliki ekonomi pasar. Sebuah negara yang menginginkan pinjaman dari IMF, keistimewaan BIS serta pinjaman pembangunan Bank Dunia, harus menyetujui syarat-syarat yang ditentukan oleh ketiga institusi ini.



A.  Perkembangan Politik dan Ekonomi pada masa Perang Dingin (Cold War)
a.   SEATO
      Asia Tenggara Treaty Organization (SEATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk pertahanan kolektif yang ditandatangani pada 8 September 1954. The formal institution of SEATO was established at a meeting of treaty partners in Bangkok in February 1955.  It was primarily created to block further communist gains in Southeast Asia. Lembaga formal didirikan SEATO pada pertemuan mitra perjanjian di Bangkok pada Februari 1955. Hal itu terutama dibuat untuk memblokir lebih lanjut komunis keuntungan di Asia Tenggara. The organization's headquarters were located in Bangkok, Thailand . Markas organisasi terletak di Bangkok, Thailand. SEATO was dissolved on June 30, 1977. SEATO dibubarkan pada tanggal 30 Juni 1977.
SEATO direncanakan untuk menjadi versi Asia Tenggara dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), di mana kekuatan militer masing-masing anggota akan dikoordinasikan untuk menyediakan pertahanan kolektif dari anggota. SEATO did use portions of the military forces of its members in annual joint training maneuvers. SEATO memang menggunakan bagian-bagian dari kekuatan militer para anggotanya dalam pelatihan bersama manuver tahunan.
      The membership of SEATO reflected a mid-1950s' combination of "out of area" powers and "in area" pro-Western nations. Keanggotaan SEATO mencerminkan pertengahan 1950-an 'kombinasi dari "luar daerah" kekuasaan dan "di daerah yang" pro-negara Barat. France, the United Kingdom, and the United States represented the strongest Western powers. Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat mewakili terkuat kekuatan Barat. Australia, Thailand, the Philippines, and New Zealand represented Europeanized or pro-Western nations in the Southeast Asian area. Australia, Thailand, Filipina, dan Selandia Baru yang diwakili Europeanized atau pro-negara Barat di kawasan Asia Tenggara.
      Pakistan was included not only because East Pakistan (now Bangladesh) was geographically close to Southeast Asia, but possibly because Pakistan was a member of the pro-Western Central Treaty Organization (CENTO) alliance. Pakistan adalah tidak hanya karena Pakistan Timur (sekarang Bangladesh) adalah geografis lebih dekat ke Asia Tenggara, tapi mungkin karena Pakistan adalah anggota yang pro-Barat Organisasi Perjanjian Tengah (Cento) aliansi. Thus the pro-Western, anti-communist military alliances of the Mid-east and Southeast Asia were linked by the membership of Pakistan in both. Jadi pro-Barat, anti-komunis aliansi militer dari timur Tengah dan Asia Tenggara dikaitkan dengan keanggotaan Pakistan pada keduanya.
      Despite being intended to provide a collective, anti-communist shield to Southeast Asia, SEATO was unable to intervene in the conflicts in Cambodia , Laos , and Vietnam because an intervention required a decision of unanimity, which was never reached; France and the Philippines objected. Meskipun dimaksudkan untuk memberikan kolektif, anti-komunis perisai ke Asia Tenggara, SEATO tidak dapat campur tangan dalam konflik di Kamboja, Laos, dan Vietnam karena membutuhkan intervensi keputusan kebulatan suara, yang tidak pernah tercapai, Perancis dan Filipina keberatan . Intervention in the Vietnam conflict was sought again later, but France and Pakistan withheld support. Intervensi dalam konflik Vietnam dicari lagi nanti, tapi Perancis dan Pakistan dukungan ditahan.
      Unlike the NATO alliance, SEATO had no joint commands with standing forces. Tidak seperti persekutuan NATO, SEATO tidak memiliki perintah bersama dengan pasukan berdiri. Also unlike NATO, an attack on one member was not automatically considered an attack on all. Juga tidak seperti NATO, serangan terhadap salah satu anggota tidak secara otomatis dianggap sebagai serangan terhadap semua. Consequently, each member could effectively block any or all collective SEATO action. Akibatnya, setiap anggota dapat secara efektif memblokir setiap atau semua tindakan kolektif SEATO. Given the declining interest of France (after 1954) and the United Kingdom (after the end of the Indonesian-Malaysian conflict, in 1966) in Southeast Asia, SEATO failed to be effective as a collective security organization. Mengingat bunga menurun dari Perancis (setelah 1954) dan Britania Raya (setelah akhir dari konflik Malaysia-Indonesia, pada tahun 1966) di Asia Tenggara, SEATO gagal untuk menjadi efektif sebagai organisasi keamanan kolektif.
Because of the 1954 Accords settling the First Indochina War, South Vietnam, Cambodia, and Laos were not SEATO members. Karena tahun 1954 penyelesaian Persetujuan Perang Indochina Pertama, Vietnam Selatan, Kamboja, dan Laos bukan anggota SEATO. The United States sought, but failed, to make the Vietnam War into a SEATO collective defense problem. Amerika Serikat dicari, tapi gagal, untuk membuat Perang Vietnam menjadi masalah pertahanan SEATO kolektif.
      Consequently, questions of dissolving the organization arose as early as 1973. Akibatnya, pertanyaan-pertanyaan dari membubarkan organisasi muncul pada awal 1973. Pakistan withdrew on November 7, 1973. Pakistan mundur pada 7 November 1973. and France withdrew on June 30, 1974. dan Perancis mundur pada 30 Juni 1974. The organization formally ended in 1977. Organisasi secara resmi berakhir pada tahun 1977.
      Organizationally, SEATO was headed by the Secretary-General, with a council of representatives from member nations and an international staff. Organisatoris, SEATO dipimpin oleh Sekretaris-Jenderal, dengan dewan perwakilan dari negara anggota dan staf internasional. In addition to joint military training, the organization did some work on mutual social and economic issues. Selain pelatihan militer bersama, organisasi melakukan beberapa pekerjaan saling isu-isu sosial dan ekonomi.
      SEATO was created as part of the Truman Doctrine of creating anti-communist bilateral and collective defense treaties. SEATO telah dibuat sebagai bagian dari Doktrin Truman menciptakan anti-komunis bilateral dan perjanjian pertahanan kolektif. These treaties and agreements were intended to create alliances that would contain communist power. Perjanjian dan kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan aliansi yang akan berisi kekuasaan komunis. This policy was considered to have been largely developed by American diplomat and Soviet expert George F. Kennan . Kebijakan ini dianggap telah banyak dikembangkan oleh diplomat Amerika dan Soviet ahli George F. Kennan. President Dwight D. Eisenhower 's Secretary of State John Foster Dulles (1953-1959) was the primary force behind the creation of SEATO, which expanded the concept of anti-communist collective defense to Southeast Asia. Presiden Dwight D. Eisenhower 's Sekretaris Negara John Foster Dulles (1953-1959) adalah kekuatan utama di balik penciptaan SEATO, yang memperluas konsep anti-komunis pertahanan kolektif ke Asia Tenggara.


b.   ANZUS
      Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat Perjanjian Keamanan (ANZUS atau ANZUS Perjanjian) adalah aliansi militer yang mengikat Australia dan Selandia Baru dan, secara terpisah, Australia dan Amerika Serikat untuk bekerja sama dalam pertahanan masalah-masalah di kawasan Samudera Pasifik, meskipun hari ini perjanjian dipahami untuk berhubungan dengan serangan di daerah manapun.
      Perjanjian sebelumnya penuh tiga arah pakta pertahanan, tetapi setelah sengketa antara Selandia Baru dan Amerika Serikat pada tahun 1984 atas hak untuk mengunjungi bersenjata nuklir atau kapal bertenaga nuklir dari US Navy di Selandia Baru pelabuhan, perjanjian tidak lagi berlaku antara Amerika Serikat dan Selandia Baru, tetapi masih berlaku di antara kedua negara dan Australia, secara terpisah.
      The US–Australia alliance under the ANZUS Treaty remains in full force. US-Australia aliansi di bawah Perjanjian ANZUS tetap dalam kekuatan penuh. Heads of defense of one or both nations often have joined the annual ministerial meetings, which are supplemented by consultations between the US Combatant Commander Pacific and the Australian Chief of Defence Force. Kepala pertahanan salah satu atau kedua negara seringkali telah bergabung dengan pertemuan tahunan menteri, yang dilengkapi dengan konsultasi antara Kombatan AS Komandan Pasifik dan Australian Chief of Defence Force. There are also regular civilian and military consultations between the two governments at lower levels. Ada juga teratur konsultasi sipil dan militer antara kedua pemerintah di tingkat yang lebih rendah. Annual meetings to discuss ANZUS defense matters take place between the United States Secretary of State and the Australian Minister for Foreign Affairs (AUSMIN). Pertemuan tahunan untuk membahas soal-soal pertahanan ANZUS terjadi antara Amerika Serikat Menteri Luar Negeri dan Australia Menteri Luar Negeri (AUSMIN). The most recent AUSMIN meeting took place in Washington in April 2009. AUSMIN terbaru pertemuan berlangsung di Washington pada bulan April 2009.
      Tidak seperti NATO, ANZUS tidak memiliki pertahanan terintegrasi struktur atau pasukan khusus. Nevertheless, Australia and the United States conduct a variety of joint activities. Namun demikian, Australia dan Amerika Serikat melakukan berbagai aktivitas bersama. These include military exercises ranging from naval and landing exercises at the task-group level to battalion-level special forces training, assigning officers to each other's armed services, and standardizing equipment and operational doctrine. Ini termasuk latihan militer mulai dari latihan angkatan laut dan mendarat di tingkat grup tugas ke tingkat batalion pasukan khusus pelatihan, menugaskan petugas untuk masing-masing layanan bersenjata, dan standarisasi peralatan dan doktrin operasional. The two countries also operate several joint defense facilities in Australia, mainly ground stations for early warning satellites , and signals intelligence gathering in South-East Asia and East Asia as part of the ECHELON network. Kedua negara juga mengoperasikan beberapa fasilitas pertahanan bersama di Australia, terutama tanah untuk stasiun peringatan dini satelit, dan sinyal intelijen di Asia Tenggara dan Asia Timur sebagai bagian dari ECHELON jaringan.

Sejarah

      The treaty came about following the close cooperation of the United States, Australia and New Zealand during World War II , when Australia had come under attack by a foreign power, Japan , for the first time in its history. Perjanjian muncul setelah kerja sama yang erat dari Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru selama Perang Dunia II, ketika Australia telah diserang oleh kekuatan asing, Jepang, untuk pertama kalinya dalam sejarah. Following the end of World War II, the United States was eager to normalize relations with Japan, particularly as the Korean War was still raging a short distance from Japan. Menyusul akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat sangat ingin menormalkan hubungan dengan Jepang, terutama karena Perang Korea masih berkecamuk jarak pendek dari Jepang. With the involvement of China and possibly the Soviet Union in Korea, the Cold War was threatening to become a full-scale war. Dengan keterlibatan Cina dan kemungkinan Uni Soviet di Korea, Perang Dingin mengancam untuk menjadi perang skala penuh. However, Australia and New Zealand in particular were extremely reluctant to finalize a peace treaty with Japan which would allow for Japanese rearmament. Namun, Australia dan Selandia Baru secara khusus sangat enggan untuk menyelesaikan perjanjian damai dengan Jepang yang akan memungkinkan untuk persenjataan kembali Jepang. Both countries relented only when an Australian and New Zealand proposal for a three-way security treaty was accepted by the United States. Kedua negara hanya mengalah ketika Australia dan Selandia Baru proposal untuk tiga-cara perjanjian keamanan diterima oleh Amerika Serikat.
      The resulting treaty was concluded at San Francisco on September 1, 1951, and entered into force on April 29, 1952. Perjanjian yang dihasilkan ini ditutup di San Francisco pada 1 September 1951, dan mulai berlaku pada 29 April 1952. The treaty bound the signatories to recognize that an armed attack in the Pacific area on any of them would endanger the peace and safety of the others. Mengikat perjanjian penandatangan mengakui bahwa serangan bersenjata di wilayah Pasifik pada salah satu dari mereka akan membahayakan perdamaian dan keamanan yang lain. It stated 'The Parties will consult together whenever in the opinion of any of them the territorial integrity, political independence or security of any of the Parties is threatened in the Pacific'. Ini dinyatakan "Para Pihak akan berkonsultasi bersama-sama setiap kali dalam pandangan salah satu dari mereka integritas teritorial, kemerdekaan politik atau keamanan salah satu Pihak terancam di Pasifik '. The three nations also pledged to maintain and develop individual and collective capabilities to resist attack. Ketiga negara juga berjanji untuk mempertahankan dan mengembangkan kemampuan individu dan kolektif untuk melawan serangan.

Malaysia, Korea, Vietnam and The War on Terror

      The treaty itself was not a source of debate for 30 years, though in this period New Zealand and Australia committed forces to the Malayan Emergency and subsequently the ANZUS nations fought together in the Vietnam War . Perjanjian itu sendiri tidak menjadi sumber perdebatan selama 30 tahun, meskipun dalam periode ini Selandia Baru dan Australia berkomitmen pasukan ke Malaya Darurat dan kemudian bangsa-bangsa yang ANZUS bertempur bersama dalam Perang Vietnam.
As part of the United Nations deployment, New Zealand and Australia had earlier fought alongside the United States in the Korean War. Sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa penyebaran, Selandia Baru dan Australia sebelumnya berjuang bersama Amerika Serikat dalam Perang Korea. Later New Zealand sent transport aircraft, maritime patrol aircraft and frigates to the Gulf, as well as a very small number of soldiers, SAS soldiers, medical and assorted and peace-keeping forces in Afghanistan—and despite Prime Minister Helen Clark being openly critical of American justifications for the war, New Zealand did send engineer troops to Iraq during the 2003 invasion . Selandia Baru dikirim kemudian pesawat angkut, pesawat patroli maritim dan frigat ke Teluk, serta sejumlah kecil tentara, SAS tentara, medis dan berbagai macam dan pasukan penjaga perdamaian di Afghanistan-dan meskipun Perdana Menteri Helen Clark secara terbuka mengecam Amerika pembenaran untuk perang, Selandia Baru telah mengutus insinyur pasukan ke Irak selama invasi 2003.

Australia keraguan tentang MX

      In 1983, the United States approached Australia with proposals for testing the new generation of American intercontinental ballistic missiles , the MX missile . Pada tahun 1983, Amerika Serikat mendekati Australia dengan proposal untuk menguji generasi baru Amerika rudal balistik antarbenua, yang MX rudal. American test ranges in the Pacific were insufficient for testing the new long-range missiles and the United States military wished to use the Tasman Sea as a target area. Rentang tes Amerika di Pasifik tidak mencukupi untuk pengujian baru rudal jarak jauh dan Amerika Serikat militer ingin menggunakan Laut Tasman sebagai area target. Australian Prime Minister Malcolm Fraser of the Liberal Party had agreed to provide monitoring sites near Sydney for this purpose. Perdana Menteri Australia Malcolm Fraser dari Partai Liberal telah sepakat untuk menyediakan situs pemantauan di dekat Sydney untuk tujuan ini. However, in 1985 the United States released the new Prime Minister Bob Hawke of the Labor Party from this obligation after the agreement attracted significant criticism from the Left faction of the Labor Party. Namun, pada tahun 1985 di Amerika Serikat yang baru dirilis Perdana Menteri Bob Hawke dari Partai Buruh dari kewajiban ini setelah perjanjian signifikan menarik kritik dari faksi Waktu Partai Buruh.

Selandia Baru larangan Nuklir Bahan

      In 1985, the nature of the ANZUS alliance changed significantly. Pada tahun 1985, sifat dari aliansi ANZUS berubah secara signifikan. Due to a current of anti-nuclear sentiment within New Zealand, tension had long been present between ANZUS members as the United States is a declared nuclear power. France , a naval power and a declared nuclear power, had been conducting nuclear tests on South Pacific Islands. Karena arus sentimen anti-nuklir di Selandia Baru, ketegangan sudah lama hadir antara anggota sebagai ANZUS Amerika Serikat adalah menyatakan tenaga nuklir. Perancis, sebuah kekuatan angkatan laut dan menyatakan tenaga nuklir, telah melakukan uji coba nuklir di Pasifik Selatan pulau. Following the victory of the New Zealand Labour Party in elections in 1984, Prime Minister David Lange barred nuclear-powered or nuclear-armed ships from using New Zealand ports or entering New Zealand waters. Setelah kemenangan Partai Buruh Selandia Baru dalam pemilihan umum tahun 1984, Perdana Menteri David Lange dilarang bertenaga nuklir atau senjata nuklir dengan menggunakan kapal dari pelabuhan atau Selandia Baru Selandia Baru memasuki perairan. Reasons given were the dangers of nuclear weapons, continued French nuclear testing in the South Pacific, and opposition to US President Ronald Reagan 's policy of aggressively confronting the Soviet Union. Alasan yang diberikan adalah bahaya senjata nuklir, melanjutkan percobaan nuklir Prancis di Pasifik Selatan, dan oposisi terhadap Presiden AS Ronald Reagan 's kebijakan secara agresif menghadapi Uni Soviet. Given that the United States Navy refused to confirm or deny the presence of nuclear weapons aboard ships, these laws essentially refused access to New Zealand ports for all United States Navy ships. Mengingat bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat menolak untuk mengkonfirmasi atau menolak kehadiran kapal kapal senjata nuklir, hukum-hukum ini pada dasarnya menolak akses ke port Selandia Baru untuk semua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. In February 1985, a port-visit request by the United States for the USS Buchanan was refused by New Zealand, as the Buchanan was capable of launching nuclear depth bombs . Pada bulan Februari 1985, sebuah port-kunjungan permintaan oleh Amerika Serikat untuk Buchanan USS ditolak oleh Selandia Baru, sebagai Buchanan mampu meluncurkan bom nuklir kedalaman. According to opinion polls taken before the 1984 election, only 30 per cent of New Zealanders supported visits by US warships with a clear majority of 58 per cent opposed, and over 66 per cent of the population lived in locally declared nuclear free zones. An opinion poll commissioned by the 1986 Defence Committee of Enquiry confirmed that 92 per cent now opposed nuclear weapons in New Zealand and 69 per cent opposed warship visits; 92 per cent wanted New Zealand to promote nuclear disarmament through the UN, while 88 per cent supported the promotion of nuclear free zones. Menurut jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilu tahun 1984, hanya 30 persen dari Selandia Baru didukung dilihat oleh kapal perang AS dengan mayoritas yang jelas dari 58 persen menentang, dan lebih dari 66 persen dari penduduk lokal menyatakan tinggal di zona bebas nuklir. Sebuah jajak pendapat tahun 1986 ditugaskan oleh Komite Pertahanan Enquiry menegaskan bahwa 92 persen sekarang menentang senjata nuklir di Selandia Baru dan 69 persen menentang kunjungan kapal perang; 92 persen ingin Selandia Baru untuk mempromosikan perlucutan senjata nuklir melalui PBB, sedangkan 88 persen mendukung promosi zona bebas nuklir.

Amerika Serikat menunda kewajiban ANZUS Selandia Baru

      After consultations with Australia and after negotiations with New Zealand broke down, the United States announced that it was suspending its treaty obligations to New Zealand until United States Navy ships were re-admitted to New Zealand ports, citing that New Zealand was "a friend, but not an ally". The crisis made front-page headlines for weeks in many American newspapers, while many American cabinet members were quoted as expressing a deep sense of betrayal. However, David Lange did not withdraw New Zealand from ANZUS, although his government's policy led to the US's decision to suspend its treaty obligations to New Zealand. Setelah konsultasi dengan Australia dan setelah negosiasi dengan mogok Selandia Baru, Amerika Serikat mengumumkan bahwa ia menangguhkan dengan kewajiban perjanjian untuk Selandia Baru sampai kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat itu kembali masuk ke Selandia Baru port, dengan alasan bahwa Selandia Baru adalah "seorang teman, tapi bukan sekutu ". Krisis membuat halaman depan headline selama berminggu-minggu di banyak surat kabar Amerika, sementara banyak anggota kabinet Amerika dikutip sebagai pernyataan rasa yang mendalam pengkhianatan. Namun, tidak David Lange menarik diri dari ANZUS Selandia Baru, meskipun kebijakan pemerintah menyebabkan US keputusan untuk menunda kewajiban perjanjian untuk Selandia Baru.
      An opinion poll in New Zealand in 1991 showed 54% of those sampled preferred to let the treaty lapse rather than accept visits again by nuclear-armed or nuclear-powered vessels. Sebuah jajak pendapat di Selandia Baru pada tahun 1991  menunjukkan 54% dari sampel orang-orang lebih suka membiarkan selang perjanjian daripada menerima kunjungan lagi oleh senjata nuklir atau kapal bertenaga nuklir. The policy did not become law until June 8, 1987 with the passing of the New Zealand Nuclear Free Zone, Disarmament, and Arms Control Act 1987 , more than two years after the Buchanan was refused entry after the USA refused to declare the presence or absence of nuclear weapons, and a year after the USA suspended its treaty obligations to New Zealand. Kebijakan itu tidak menjadi undang-undang hingga 8 Juni 1987 dengan berlalunya Selandia Baru Zona Bebas Nuklir, Perlucutan Senjata, dan Undang-undang Pengawasan Senjata 1987, lebih dari dua tahun setelah Buchanan ditolak masuk setelah Amerika Serikat menolak untuk menyatakan ada atau tidaknya senjata nuklir, dan setahun setelah Amerika Serikat menangguhkan kewajiban perjanjian untuk Selandia Baru.
      On July 10, 1985, the French DGSE bombed the Greenpeace protest vessel Rainbow Warrior in Auckland . Pada 10 Juli 1985, Perancis DGSE mengebom Greenpeace protes kapal Rainbow Warrior di Auckland. This event strengthened opposition in New Zealand of the military application of nuclear technology in any form. Acara ini memperkuat oposisi di Selandia Baru aplikasi militer teknologi nuklir dalam bentuk apapun. The failure of Western leaders to condemn what could be considered an act of war on New Zealand by France caused a great deal of change in foreign and defense policy. New Zealand distanced itself from its traditional ally, the United States, and built relationships with small South Pacific nations, while retaining its good relations with Australia, and, to a lesser extent, the United Kingdom. Kegagalan para pemimpin Barat untuk mengecam apa yang bisa dianggap sebagai tindakan perang di Selandia Baru oleh Perancis menimbulkan banyak perubahan dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan. Selandia Baru menjauhkan diri dari sekutu tradisionalnya, Amerika Serikat, dan membangun hubungan dengan negara-negara Pasifik Selatan kecil, sementara tetap mempertahankan hubungan yang baik dengan Australia, dan, pada tingkat yang lebih rendah, Britania Raya.
      Former Australian Prime Minister John Howard and Former US President George W. Bush on September 10, 2001. Mantan Perdana Menteri Australia John Howard dan Mantan Presiden AS George W. Bush pada 10 September 2001. Howard was in Washington, DC during the September 11, 2001 terrorist attacks . Howard berada di Washington, DC pada September 11, 2001 serangan teroris.
      Australia and New Zealand both provided military units, including special forces and naval ships in support of the US led " Operation Enduring Freedom " (support for anti- Taliban forces in the Afghan civil war in response to the September 11, 2001 terrorist attacks ). Australia dan Selandia Baru, baik yang disediakan unit militer, termasuk pasukan khusus dan kapal-kapal angkatan laut untuk mendukung dipimpin AS "Operation Enduring Freedom" (dukungan untuk anti-Taliban pasukan di Afghanistan perang sipil untuk menanggapi September 11, 2001 serangan teroris).

Timor Timur

      Between 1999 and 2003 the armed forces of Australia and New Zealand deployed together in a large scale operation in East Timor , to prevent pro-Indonesian militia from overturning a vote for independence and conducting ethnic cleansing on the island. Antara 1999 dan 2003, angkatan bersenjata Australia dan Selandia Baru ditempatkan bersama dalam operasi skala besar di Timor Timur, untuk mencegah milisi pro-Indonesia dari menjungkirbalikkan pemungutan suara untuk kemerdekaan dan melakukan pembersihan etnis di pulau itu. The United States provided only limited logistical support. Amerika Serikat hanya memberikan dukungan logistik terbatas. The operation was taken over by the United Nations . Operasi itu diambil alih oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Taiwan

      One topic that became prominent in the early 2000s are its implications in the case of a hypothetical attack by the People's Republic of China against Taiwan with the ROC (Taiwan) receiving American support. Salah satu topik yang menjadi terkenal pada awal 2000-an adalah implikasinya dalam kasus serangan hipotetis oleh People's Republic of China terhadap Taiwan dengan ROC (Taiwan) menerima dukungan Amerika. While Australia has strong cultural and economic ties with the United States, it also has an increasingly important trade relationship with mainland China . Sementara Australia memiliki budaya yang kuat dan hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat, juga semakin penting memiliki hubungan dagang dengan daratan Cina.
      In August 2004, Foreign Minister Alexander Downer implied in Beijing that the treaty would likely not apply to that situation, but he was quickly corrected by then Prime Minister John Howard . Pada bulan Agustus 2004, Menteri Luar Negeri Alexander Downer tersirat di Beijing bahwa perjanjian kemungkinan akan tidak berlaku untuk situasi itu, tapi ia segera diperbaiki oleh Perdana Menteri John Howard. In March 2005, after an official of the People's Republic of China stated that it may be necessary for Australia to reassess the treaty and after the PRC passed an Anti-Secession Law regarding the ROC, Downer stated that in case of a PRC attack on the ROC, the treaty would come into force, but that the treaty would require only consultations with the United States and not necessarily commit Australia to war. [ citation needed ] Pada bulan Maret 2005, setelah seorang pejabat dari People's Republic of China menyatakan bahwa mungkin perlu bagi Australia untuk meninjau kembali perjanjian dan setelah melewati RRC Anti-Secession Undang-Undang tentang ROC, Downer menyatakan bahwa dalam kasus sebuah serangan di RRC ROC, perjanjian itu akan mulai berlaku, tetapi bahwa hanya perjanjian akan memerlukan konsultasi dengan Amerika Serikat dan tidak selalu berkomitmen Australia untuk perang.

Aliansi hari

      Annual bilateral meetings between the US Secretary of State and the Australian Foreign Minister replaced annual meetings of the ANZUS Council of Foreign Ministers. Pertemuan bilateral tahunan antara Menteri Luar Negeri AS dan Menteri Luar Negeri Australia diganti pertemuan tahunan Dewan ANZUS Menteri Luar Negeri. The first bilateral meeting was held in Canberra in 1985. Pertemuan bilateral pertama diadakan di Canberra tahun 1985. At the second meeting, in San Francisco in 1986, the United States announced that it was suspending its treaty security obligations to New Zealand pending the restoration of port access. Pada pertemuan kedua, di San Francisco pada tahun 1986, Amerika Serikat mengumumkan bahwa ia menangguhkan perjanjian keamanan dengan kewajiban untuk Selandia Baru sambil menunggu pemulihan akses pelabuhan. Subsequent bilateral Australia–US Ministerial (AUSMIN) meetings have alternated between Australia and the United States. Selanjutnya bilateral Australia-US Ministerial (AUSMIN) pertemuan telah berganti-ganti antara Australia dan Amerika Serikat.
      The alliance engenders some political controversy in Australia. Aliansi menimbulkan beberapa kontroversi politik di Australia. Particularly after Australian involvement in the 2003 Iraq war , some quarters of Australian society have called for a re-evaluation of the relationship between the two nations. Terutama setelah keterlibatan Australia dalam perang Irak 2003, beberapa kalangan masyarakat Australia telah menyerukan evaluasi ulang hubungan antara kedua negara. Nonetheless the alliance enjoyed broad support during the Cold War  and continues to enjoy broad support in Australia. One commentator in Australia has argued that the treaty should be re-negotiated in the context of terrorism, the modern role of the United Nations and as a purely US-Australian alliance. Meskipun demikian aliansi menikmati dukungan luas selama Perang Dingin dan terus menikmati dukungan luas di Australia. Salah seorang komentator di Australia berpendapat bahwa perjanjian harus kembali dinegosiasikan dalam konteks terorisme, peran modern Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebagai murni aliansi AS-Australia.
Australia juga merupakan kontributor Pertahanan Rudal Nasional sistem.
      In May 2006, US Assistant Secretary of State for East Asia and Pacific Affairs, Christopher Hill , described the New Zealand anti-nuclear issue as "a relic", and signalled that the US wanted a closer defense relationship with New Zealand. Pada bulan Mei 2006, AS, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Asia Timur dan Pasifik Affairs, Christopher Hill, menggambarkan Selandia Baru anti-isu nuklir sebagai "peninggalan", dan memberi tanda bahwa AS menginginkan hubungan pertahanan lebih dekat dengan Selandia Baru. He also praised New Zealand's involvement in Afghanistan and reconstruction in Iraq. Ia juga memuji keterlibatan Selandia Baru di Afghanistan dan rekonstruksi di Irak. "Rather than trying to change each other's minds on the nuclear issue, which is a bit of a relic, I think we should focus on things we can make work" he told an Australian newspaper. "Alih-alih mencoba mengubah pikiran satu sama lain pada masalah nuklir, yang merupakan peninggalan sedikit, saya kira kita harus fokus pada hal-hal yang kita bisa membuat pekerjaan" katanya kepada koran Australia.
      While there have been signs of the nuclear dispute between the US and NZ thawing out, pressure from the United States increased in 2006 with US trade officials linking the repeal of the ban of American nuclear ships from New Zealand's ports to a potential free trade agreement between the two countries. Walaupun ada tanda-tanda sengketa nuklir antara AS dan NZ pencairan keluar, tekanan dari Amerika Serikat meningkat pada tahun 2006 dengan menghubungkan para pejabat perdagangan AS pencabutan larangan nuklir Amerika kapal-kapal dari pelabuhan di Selandia Baru untuk potensi perdagangan bebas perjanjian antara kedua negara.
      On February 4, 2008, US Trade Representative Susan Schwab announced that the United States will join negotiations with four AsiaPacific countries: Brunei , Chile , New Zealand and Singapore to be known as the "P-4" . Pada tanggal 4 Februari 2008, Perwakilan Dagang AS Susan Schwab mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan bergabung negosiasi dengan empat Asia - Pasifik negara: Brunei, Chili, Selandia Baru dan Singapura dikenal sebagai "P-4". These nations already have an FTA called the Trans-Pacific Strategic Economic Partnership and the United States will be looking to become involved in the "vitally important emerging Asia-Pacific region" A number of US organizations support the negotiations including, but not limited to: the United States Chamber of Commerce , National Association of Manufacturers , National Foreign Trade Council , Emergency Committee for American Trade and Coalition of Service Industries. Bangsa-bangsa ini telah memiliki FTA yang disebut Trans-Pacific Strategic Economic Partnership dan Amerika Serikat akan mencari untuk terlibat dalam "sangat penting muncul kawasan Asia-Pasifik" Sejumlah organisasi AS mendukung perundingan termasuk, namun tidak terbatas pada: di Amerika Serikat Chamber of Commerce, National Association of Manufacturers, Dewan Nasional Perdagangan Luar Negeri, Komite Darurat Perdagangan Amerika dan Koalisi Layanan Industri.

c.   NATO
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (bahasa Inggris: North Atlantic Treaty Organization atau disingkat NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa Perancis: l'Organisation du Traité de l'Atlantique Nord (OTAN).

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi:
Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawa melancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balasan terhadap peristiwa serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.
Anggota pendiri (1949)
 Belgia
 Kanada
 Denmark
 Perancis
 Islandia
 Italia
 Luxemburg
 Belanda
 Norwegia
 Portugal
 Britania Raya
 Amerika Serikat
Negara-negara yang bergabung pada masa Perang Dingin
 Yunani (1952)
 Turki (1952)
 Jerman (1955 sebagai Jerman Barat)
 Spanyol (1982)
Negara-negara mantan anggota Blok Timur yang bergabung setelah Perang Dingin
 ->  Jerman Timur (1990)
 Republik Ceko (1999)
 Polandia (1999)
 Hungaria (1999)
 Bulgaria (2004)
 Estonia (2004)
 Latvia (2004)
 Lituania (2004)
 Romania (2004)
 Slowakia (2004)
 Slovenia (2004)
 Albania (1 April 2009)
 Kroasia (1 April 2009)

d.   Pakta Warsawa
      Perjanjian Warsawa (1955-91) adalah nama informal untuk saling pertahanan Perjanjian Persahabatan, Kerjasama dan Gotong Royong umumnya dikenal sebagai Pakta Warsawa dipesan oleh delapan negara komunis di Eropa Timur, yang didirikan di Uni Soviet 's inisiatif dan sadar pada tanggal 14 Mei 1955, di Warsawa, Polandia. In the Communist Bloc , the treaty was the military analogue of the Council for Mutual Economic Assistance (CoMEcon), the Communist (East) European economic community. Dalam Blok Komunis, perjanjian adalah analog militer dari Dewan Ekonomi Mutual Assistance (Comecon), Komunis (Timur) masyarakat ekonomi Eropa. The Warsaw Treaty was the Soviet Bloc 's military response to West Germany 's October 1954 integration to NATO Pact , per the Paris Pacts of 1954.
      Perjanjian Warsawa adalah Blok Soviet 's respons militer Jerman Barat' s integrasi ke Oktober 1954 Pakta NATO, sesuai perjanjian Paris tahun 1954.
Di Barat, Perjanjian Persahabatan, Kerjasama dan Gotong Royong sering disebut sebagai Pakta Warsawa aliansi militer; disingkat WAPA, Warpac, dan WP. Elsewhere, in the member states, the Warsaw Treaty is known as: Tempat lain, di negara-negara anggota, Perjanjian Warsawa dikenal sebagai:
Albanian : Pakti i miqësisë, bashkpunimit dhe i ndihmës së përbashkët Albania: Pakti i miqësisë, bashkpunimit dhe i ndihmës Terakhir përbashkët
Bulgarian : Договор за дружба, сътрудничество и взаимопомощ Bulgaria: Договор за дружба, сътрудничество и взаимопомощ
Romanized Bulgarian : Dogovor za druzhba, satrudnichestvo i vzaimopomosht Romanized Bulgaria: Dogovor za druzhba, satrudnichestvo i vzaimopomosht
Czech : Smlouva o přátelství, spolupráci a vzájemné pomoci Ceko: Smlouva o přátelství, spolupráci sebuah vzájemné pomoci
Slovak : Zmluva o priateľstve, spolupráci a vzájomnej pomoci Slovakia: Zmluva o priateľstve, spolupráci sebuah vzájomnej pomoci
German : Vertrag über Freundschaft, Zusammenarbeit und gegenseitigen Beistand Jerman: Vertrag über Freundschaft, Zusammenarbeit und gegenseitigen Beistand
Hungarian : Barátsági, együttműködési és kölcsönös segítségnyújtási szerződés Hungaria: Barátsági, együttműködési és kölcsönös segítségnyújtási szerződés
Polish : Układ o Przyjaźni, Współpracy i Pomocy Wzajemnej Polandia: Układ o Przyjaźni, Współpracy i Pomocy Wzajemnej
Romanian : Tratatul de prietenie, cooperare şi asistenţă mutuală Rumania: Tratatul de prietenie, cooperare şi asistenţă mutuală
Russian : Договор о дружбе, сотрудничестве и взаимной помощи , tr. Dogovor o druzhbe, sotrudnichestve i vzaimnoy pomoshchi Rusia: Договор о дружбе, сотрудничестве и взаимной помощи, tr. Dogovor o druzhbe, sotrudnichestve i vzaimnoy pomoshchi
      Delapan negara anggota Pakta Warsawa menjanjikan pertahanan bersama dari setiap anggota yang diserang; hubungan antara penandatangan perjanjian didasarkan pada saling tidak campur tangan dalam urusan internal negara-negara anggota, menghormati kedaulatan nasional, dan kemerdekaan politik. The multi-national Communist armed forces' sole joint action was the Warsaw Treaty involvment of Czechoslovakia crisis , in August 1968. Multi-nasional angkatan bersenjata Komunis 'satu-satunya aksi bersama adalah keterlibatan Pakta Warsawa krisis Cekoslowakia, pada bulan Agustus 1968. All member countries, with the exception of the People's Republic of Romania (later Socialist Republic of Romania ), participated in the repression. Semua negara anggota, dengan pengecualian pada People's Republic of Romania (kemudian Republik Sosialis Rumania), berpartisipasi dalam penindasan. The founding signatories to the Treaty of Friendship, Cooperation and Mutual Assistance consisted of the following communist nations: Pendirian penandatangan Perjanjian Persahabatan, Kerjasama dan Gotong Royong terdiri dari negara-negara komunis berikut:
People's Republic of Albania (withheld support in 1961 because of the Sino-Soviet split , formally withdrew in 1968) People's Republic of Albania (dipungut dukungan pada tahun 1961 karena Sino-Soviet split, secara resmi mengundurkan diri pada tahun 1968)
Czechoslovak Republic ( Czechoslovak Socialist Republic since 1960) Republik Cekoslowakia (Republik Sosialis Cekoslowakia sejak 1960)
German Democratic Republic (withdrew in September 1990, before German reunification ) Republik Demokratik Jerman (mundur pada September 1990, sebelum reunifikasi Jerman)
      Perjanjian Warsawa organisasi adalah dua kali lipat: Komite Konsultatif Politik menangani perkara perdata, dan Unified Komando Angkatan Perang Pakta ditugaskan menguasai pasukan multi-nasional, dengan kantor pusat di Warsawa, Polandia. Furthermore, the Supreme Commander of the Warsaw Treaty forces also was the First Deputy Minister of Defense of the USSR , and the head of the Warsaw Treaty Unified Staff also was the First Deputy Head of General Staff of the Armed Forces of the USSR. Selanjutnya, Panglima Tertinggi pasukan Pakta Warsawa juga adalah Deputi Pertama Menteri Pertahanan Uni Soviet, dan Kepala Staf Unified Perjanjian Warsawa juga adalah Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Perang Uni Soviet. Therefore, although ostensibly an international collective security alliance, USSR Dominated the Warsaw Treaty armed forces, as the USA dominated NATO Pact. Oleh karena itu, meskipun pura-pura internasional keamanan kolektif aliansi, Uni Soviet Pakta Warsawa mendominasi angkatan bersenjata, seperti Amerika Serikat didominasi Pakta NATO.
      Pada bulan Mei 1955, Uni Soviet mendirikan Perjanjian Warsawa dalam menanggapi Barat integrasi dari Republik Federal Jerman ke dalam NATO pada bulan Oktober 1954 - hanya sembilan tahun setelah kekalahan Nazi Jerman (1933-45) yang berakhir hanya dengan Sekutu Barat ' (terutama Amerika Serikat dan Britania Raya) dan Uni Soviet Invasi Jerman pada 1944/45 selama Perang Dunia II di Eropa. Nevertheless, for 36 years, NATO and the Warsaw Treaty never directly waged war against each other in Europe; but the United States and the Soviet Union and their respective allies did confront each other in Europe, and they did fight proxy wars within the wider Cold War (1945–91) outside Europe. Namun demikian, selama 36 tahun, NATO dan Pakta Warsawa tidak pernah secara langsung melancarkan perang terhadap satu sama lain di Eropa, tetapi Amerika Serikat dan Uni Soviet dan sekutu masing-masing tidak berperang satu sama lain di Eropa, dan mereka tidak melawan perang proxy yang lebih luas dalam Dingin Perang (1945-91) di luar Eropa.
      Beginning at the Cold War's conclusion, in late 1989, popular civil and political public discontent forced the Communist governments of the Warsaw Treaty countries from power — independent national politics made feasible with the perestroika - and glasnost -induced institutional collapse of Communist government in the USSR. In the event the populaces of Hungary , Czechoslovakia , Albania , East Germany , Poland , Romania , and Bulgaria deposed their Communist governments in the period from 1989–91. Dimulai pada kesimpulan Perang Dingin, pada akhir 1989, populer sipil dan politik ketidakpuasan publik memaksa pemerintah Komunis dari negara-negara Pakta Warsawa dari kekuasaan - independen nasional layak politik yang dibuat dengan perestroika - dan glasnost-akibat runtuhnya kelembagaan pemerintahan Komunis di Uni Soviet . Dalam hal populaces dari Hungaria, Cekoslowakia, Albania, Jerman Timur, Polandia, Rumania, dan Bulgaria menjatuhkan pemerintahan Komunis mereka pada periode 1989-91.
      On 1 July 1991, in Prague , the Czechoslovak President, Václav Havel (1989–92), formally ended the 1955 Treaty of Friendship, Cooperation and Mutual Assistance and so disestablished the Warsaw Treaty after 36 years of military alliance with the USSR. Pada tanggal 1 Juli 1991, di Praha, di Cekoslowakia Presiden, Václav Havel (1989-92), secara resmi mengakhiri Perjanjian 1955 Persahabatan, Kerjasama dan Gotong Royong dan Perjanjian Warsawa dibubarkan setelah 36 tahun aliansi militer dengan Uni Soviet. Four months later, the USSR disestablished itself in December 1991. Empat bulan kemudian, Uni Soviet dibubarkan itu sendiri pada bulan Desember 1991.
      Pada tanggal 12 Maret 1999, Republik Ceko, Hungaria, dan Polandia bergabung dengan NATO Pakta; kemudian, Bulgaria, Estonia, Latvia, Lithuania, Rumania, dan Slowakia bergabung selama bulan Maret 2004; dan Albania bergabung pada 1 April 2009.
      In November 2005, the conservative Polish government opened its Warsaw Treaty archives to the Institute of National Remembrance who published some 1,300 declassified documents in January 2006. Pada November 2005, konservatif Polandia pemerintah membuka arsip Perjanjian Warsawa pada Institute of National Remembrance yang menerbitkan beberapa dokumen declassified 1.300 pada Januari 2006. Yet the Polish government reserved publication of 100 documents, pending their military declassification. Namun pemerintah Polandia reserved publikasi dari 100 dokumen, tertunda deklasifikasi militer mereka. In the event, 30 of the reserved 100 documents were published; 70 remained secret, and unpublished. Dalam acara tersebut, 30 dari dokumen 100 reserved diterbitkan; 70 tetap rahasia, dan tidak diterbitkan.
      Among the documents published is the Warsaw Treaty 's nuclear war plan, Seven Days to the River Rhine — a short, sharp, shock capturing Western Europe, using nuclear weapons , in self defense, after a NATO first strike . Di antara dokumen yang diterbitkan adalah Perjanjian Warsawa 's rencana perang nuklir, Seven Days ke Sungai Rhine - singkat, tajam, shock menangkap Eropa Barat, dengan menggunakan senjata nuklir, dalam pertahanan diri, setelah NATO serangan pertama. The plan originated as a 1979 field training exercise war game, and metamorphosed into official Warsaw Treaty battle doctrine, until the late 1980s — thus why the People's Republic of Poland was a nuclear weapons base, first, to 178, then, to 250 tactical-range rockets. Rencana 1979 berasal sebagai perang latihan lapangan permainan, dan bermetamorfosis menjadi pertempuran resmi doktrin Perjanjian Warsawa, hingga akhir 1980-an - dengan demikian mengapa People's Republic of Polandia adalah pangkalan senjata nuklir, pertama, untuk 178, kemudian, dengan 250 taktis - roket jarak. Doctrinally, as a Soviet-style (offensive) battle plan, Seven Days to the River Rhine gave commanders few defensive-war strategies for fighting NATO in Warsaw Treaty territory. [ citation needed ] Doktrinal, sebagai gaya Soviet (ofensif) rencana pertempuran, Tujuh Hari ke Sungai Rhine memberikan beberapa panglima perang defensif strategi untuk pertempuran NATO di wilayah Pakta Warsawa


e.   CENTRO
      Organisasi Perjanjian Tengah (juga disebut sebagai Cento, Nama aslinya adalah Perjanjian Timur Tengah Organisasi atau Meto, juga dikenal sebagai Pakta Baghdad) diadopsi pada 1955 oleh Iran, Irak, Pakistan, Turki, dan Inggris Raya. It was dissolved in 1979. Saat itu dibubarkan pada tahun 1979.
      US pressure and promises of military and economic aid were key in the negotiations leading to the agreement, although the United States could not initially participate "for purely technical reasons of budgeting procedures." In 1958, the United States joined the military committee of the alliance. Tekanan AS dan janji-janji bantuan militer dan ekonomi yang penting dalam negosiasi menuju kesepakatan, meskipun Amerika Serikat pada awalnya tidak bisa berpartisipasi "untuk murni alasan teknis prosedur penganggaran." Pada tahun 1958, Amerika Serikat bergabung dengan komite militer aliansi. It is generally viewed as one of the least successful of the Cold War alliances. The organization's headquarters were initially located in Baghdad ( Iraq ) 1955–1958 and Ankara ( Turkey ) 1958–1979. Hal ini umumnya dipandang sebagai salah satu yang paling berhasil dari Perang Dingin aliansi. organisasi kantor pusat awalnya terletak di Baghdad (Irak) 1955-1958 dan Ankara (Turki) 1958-1979.
      Model setelah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Cento berkomitmen bangsa-bangsa untuk saling kerjasama dan perlindungan, seperti juga non-intervensi dalam urusan satu sama lain. Its goal was to contain the Soviet Union ( USSR ) by having a line of strong states along the USSR's southwestern frontier. Tujuannya adalah untuk berisi dengan Uni Soviet (USSR) dengan memiliki garis dari negara-negara kuat di sepanjang perbatasan barat-daya Uni Soviet. Similarly, it was known as the 'Northern Tier' to prevent Soviet expansion into the Middle East. Unlike NATO, CENTO did not have a unified military command structure, nor were many US or UK military bases established in member countries, although the US had communications and electronic intelligence facilities in Iran, and operated U-2 intelligence flights over the USSR from bases in Pakistan. Demikian pula, itu dikenal sebagai "Tier Utara 'untuk mencegah ekspansi Soviet ke Timur Tengah. Tidak seperti NATO, Cento tidak memiliki struktur komando militer bersatu, tidak pula banyak AS atau Inggris yang didirikan pangkalan militer di negara-negara anggota, walaupun AS telah komunikasi dan elektronik fasilitas kecerdasan di Iran, dan dioperasikan U-2 intelijen penerbangan atas Uni Soviet dari pangkalan-pangkalan di Pakistan. The United Kingdom had access to facilities in Pakistan and Iraq at various times while the treaty was in effect. Britania Raya memiliki akses ke fasilitas di Pakistan dan Irak pada berbagai waktu sementara perjanjian tersebut digulirkan. In addition, Turkey and the US agreed to permit American access to Turkish bases, but this was done under the auspices of NATO. Selain itu, Turki dan Amerika Serikat setuju untuk mengizinkan akses Amerika ke pangkalan Turki, tapi ini dilakukan di bawah pengawasan NATO.
      On July 14, 1958, the Iraqi monarchy was overthrown in a military coup. Pada tanggal 14 Juli 1958, monarki Irak digulingkan dalam kudeta militer. The new government was led by General Abdul Karim Qasim who withdrew from the Baghdad Pact, opened diplomatic relations with Soviet Union and adopted a non-aligned stance; Iraq quit the organization shortly thereafter. Pemerintah baru dipimpin oleh Jenderal Abdul Karim Qasim yang menarik diri dari Pakta Baghdad, membuka hubungan diplomatik dengan Uni Soviet dan mengadopsi sikap non-blok; Irak keluar dari organisasi segera sesudahnya. The organization dropped the name 'Baghdad Pact' in favor of 'CENTO' at that time. Organisasi menjatuhkan nama 'Pakta Baghdad' yang mendukung 'Cento' pada waktu itu.
      The Middle East and South Asia became extremely volatile areas during the 1960s with the ongoing Arab-Israeli Conflict and the Indo-Pakistani Wars . Di Timur Tengah dan Asia Selatan menjadi daerah yang sangat stabil selama tahun 1960-an dengan berkelanjutan Konflik Arab-Israel dan Perang India-Pakistan. CENTO was unwilling to get deeply involved in either dispute. Cento tidak bersedia untuk terlibat dalam sengketa baik. In 1965 and 1971, Pakistan tried unsuccessfully to get assistance in its wars with India through CENTO, but this was rejected under the idea that CENTO was aimed at containing the USSR , not India. Pada tahun 1965 dan 1971, Pakistan gagal mencoba untuk mendapatkan bantuan dalam perang dengan India melalui Cento, tetapi ini ditolak di bawah gagasan bahwa Cento ditujukan berisi Uni Soviet, bukan India.
      CENTO did little to prevent the expansion of Soviet influence to non-member states in the area. Cento tidak banyak untuk mencegah perluasan pengaruh Soviet ke negara-negara non-anggota di daerah. Whatever containment value the pact might have had was lost when the Soviets 'leap-frogged' the member states, establishing close military and political relationships with governments in Egypt , Syria , Iraq , the People's Democratic Republic of Yemen , Somalia , and Libya . Apa pun nilai penahanan pakta mungkin punya itu hilang ketika Soviet 'lompatan-frogged' negara-negara anggota, mendirikan dekat hubungan militer dan politik dengan pemerintah di Mesir, Suriah, Irak, di Republik Demokratik Rakyat Yaman, Somalia, dan Libya. Indeed, by 1970, the USSR had deployed over 20,000 troops to Egypt, and had established naval bases in Syria, Somalia, and PDR Yemen. Memang, pada tahun 1970, Uni Soviet telah ditempatkan lebih dari 20.000 tentara ke Mesir, dan telah mendirikan pangkalan angkatan laut di Suriah, Somalia, dan PDR Yaman.
      The Iranian revolution spelled the end of the organization in 1979, but in reality, it essentially had been finished since 1974, when Turkey invaded Cyprus . Para revolusi Iran mengeja akhir organisasi pada tahun 1979, tetapi dalam kenyataannya, itu pada dasarnya sudah selesai sejak tahun 1974, ketika Turki menginvasi Siprus. This led the United Kingdom to withdraw forces that had been earmarked to the alliance, [ citation needed ] and the United States Congress halted Turkish military aid despite two Presidential vetoes.  With the fall of the Iranian monarchy, whatever remaining rationale for the organization was lost. Hal ini memimpin Kerajaan Inggris untuk menarik pasukan yang telah dialokasikan ke aliansi, [rujukan?] Dan Kongres Amerika Serikat menghentikan bantuan militer Turki meskipun dua veto Presiden.  Dengan jatuhnya monarki Iran, apa pun alasan yang tersisa untuk organisasi itu hilang. Future US and British defense agreements with regional countries — such as Pakistan, Egypt, and the Persian Gulf states — were conducted bilaterally. Masa depan pertahanan AS dan Inggris perjanjian dengan negara-negara regional - seperti Pakistan, Mesir, dan negara-negara Teluk Persia - dilakukan secara bilateral.
      Google News reprints of the Virgin Islands Daily News (Feb 17, 1979) and Los Angeles Times (Feb 15, 1979) indicate that with the withdrawal of Iran, the secretary-general of CENTO, a Turkish diplomat, called a meeting of the pact's council in order to formally dissolve the organization. Google News cetak ulang Kepulauan Virgin Daily News (17 Februari 1979) dan Los Angeles Times (15 Februari 1979) menunjukkan bahwa dengan penarikan Iran, sekretaris jenderal Cento, seorang diplomat Turki, mengadakan rapat dengan pakta's dewan dalam rangka untuk secara resmi membubarkan organisasi.

1 komentar:

  1. Nama saya Dewi Rumapea, saya dari Indonesia, saya dengan cepat ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan seluruh Indonesia yang mencari pinjaman di internet sangat berhati-hati untuk tidak jatuh di tangan scammers dan fraudstars, ada banyak kredit palsu lender di sini di internet dan beberapa dari mereka adalah asli, saya pernah tertipu dan ditipu di sini online sebelum seorang teman yang mendapat pinjaman baru menghubungkan saya dengan seorang wanita bernama Ibu Glory yang merupakan CEO dari Glory Badan Kredit. Jadi saya diterapkan untuk jumlah pinjaman 500 juta dengan tingkat bunga rendah dari 2%, tidak ada jaminan, karena saya mengatakan kepadanya apa yang saya ingin menggunakan uang itu untuk membangun bisnis dan pinjaman saya disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua persiapan yang dilakukan pada transfer kredit dan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pendaftaran pinjaman, itu mimpi datang melalui, jumlah pinjaman saya 500 juta dikreditkan di rekening bank saya hanya dalam selang waktu dua jam. Jadi saya ingin saran mereka sedang mencari untuk pinjaman di sini secara online harus berlaku untuk perusahaan asli, cepat hubungi sekarang email: di gloryloanfirm@mail.com. dia tidak tahu bahwa aku melakukan ini. Saya berdoa agar Tuhan memberkati dia untuk hal-hal baik yang telah dilakukan dalam hidup saya. Anda juga dapat menghubungi saya di dewiputeri9@gmail.com untuk info lebih lanjut.

    BalasHapus