Kamis, 08 September 2011

Peristiwa Penting menjelang dan sesudah berakhirnya Perang Dingin season 3

Time 's " Man of the Year " for 1956 was the Hungarian Freedom Fighter.
      Time magazine named the Hungarian Freedom Fighter its Man of the Year for 1956. The accompanying Time article comments that this choice could not have been anticipated until the explosive events of the revolution, almost at the end of 1956. The magazine cover and accompanying text displayed an artist's depiction of a Hungarian freedom fighter, and used pseudonyms for the three participants whose stories are the subject of the article. Hungarian Prime Minister Ferenc Gyurcsány referred to this famous Time Man of the Year cover as "the faces of free Hungary" in a speech to mark the 50th anniversary of the 1956 uprising. Prime Minister Gyurcsány, in a joint appearance with UK Prime Minister Tony Blair , commented specifically on the TIME cover itself, that "It is an idealised image but the faces of the figures are really the face of the revolutionaries"
      At the Melbourne Olympics in 1956, the Soviet handling of the Hungarian uprising led to a boycott by Spain, the Netherlands and Switzerland. At the Olympic Village, the Hungarian delegation tore down the Communist Hungarian flag and raised the flag of Free Hungary in its place. A confrontation between Soviet and Hungarian teams occurred in the semi-final match of the water polo tournament. The match was extremely violent, and was halted in the final minute to quell fighting amongst spectators. This match, now known as the " blood in the water match ", became the subject of several films. The Hungarian team won the game 4–0 and later was awarded the Olympic gold medal. Several members of the Hungarian Olympic delegation defected after the games.
      The events in Hungary produced ideological fractures within the Communist parties of Western Europe. Within the Italian Communist Party (PCI) a split ensued: most ordinary members and the Party leadership, including Palmiro Togliatti and Giorgio Napolitano , regarded the Hungarian insurgents as counter-revolutionaries, as reported in l'Unità , the official PCI newspaper. However Giuseppe Di Vittorio , chief of the Communist trade union CGIL , repudiated the leadership position, as did the prominent party members Antonio Giolitti , Loris Fortuna and many other influential Communist intellectuals, who later were expelled or left the party. Pietro Nenni , the national secretary of the Italian Socialist Party , a close ally of the PCI, opposed the Soviet intervention as well. Napolitano, elected in 2006 as President of the Italian Republic , wrote in his 2005 political autobiography that he regretted his justification of Soviet action in Hungary, and that at the time he believed in Party unity and the international leadership of Soviet communism. Within the Communist Party of Great Britain (CPGB), dissent that began with the repudiation of Stalinism by John Saville and EP Thompson , influential historians and members of the Communist Party Historians Group , culminated in a loss of thousands of party members as events unfolded in Hungary. Peter Fryer , correspondent for the CPGB newspaper The Daily Worker , reported accurately on the violent suppression of the uprising, but his dispatches were heavily censored; Fryer resigned from the paper upon his return, and was later expelled from the communist party. In France, moderate communists, such as historian Emmanuel Le Roy Ladurie , resigned, questioning the policy of supporting Soviet actions by the French Communist Party . The French philosopher and writer Albert Camus wrote an open letter , The Blood of the Hungarians , criticizing the West's lack of action. Even Jean-Paul Sartre , still a determined communist, criticised the Soviets in his article Le Fantôme de Staline , in Situations VII .

Peringatan

1956 Revolution Flag flying in front of the Hungarian Parliament Building
In December, 1991, the preamble of the treaties with the dismembered Soviet Union, under Mikhail Gorbachev , and Russia, represented by Boris Yeltsin , apologized officially for the 1956 Soviet actions in Hungary. This apology was repeated by Yeltsin in 1992 during a speech to the Hungarian parliament.
      On 13 February 2006, the US State Department commemorated the Fiftieth anniversary of the 1956 Hungarian Revolution. Former US Secretary of State Rice commented on the contributions made by 1956 Hungarian refugees to the United States and other host countries, as well as the role of Hungary in providing refuge to East Germans during the 1989 protests against communist rule. US President George W. Bush also visited Hungary on 22 June 2006, to commemorate the fiftieth anniversary.
On June 16, 1989, the 30th anniversary of his execution, Imre Nagy's body was reburied with full honors. The Republic of Hungary was declared in 1989 on the 33rd anniversary of the Revolution, and 23 October is now a Hungarian national holiday .

Revolusi Hongaria 1989
      Revolusi 1989 (juga dikenal sebagai Kejatuhan komunisme, yang Runtuhnya Komunisme, dan Autumn of Nations)  adalah revolusi yang menggulingkan Soviet-gaya komunisme negara di Timur-blok negara-negara Eropa.
      Peristiwa dimulai di Polandia, dan berlanjut di Hungaria, Jerman Timur, Cekoslovakia, Bulgaria dan Rumania. Rumania adalah satu-satunya blok Timur-negara untuk menggulingkan rezim komunis yang keras. The Demonstrasi Tiananmen tahun 1989 gagal untuk menggulingkan komunisme di Cina.
      Albania dan Yugoslavia ditinggalkan komunisme tahun 1991, yang terakhir membelah di Slovenia, Kroasia, Republik Makedonia, Bosnia dan Herzegovina, dan Serbia dan Montenegro. Uni Soviet dibubarkan oleh akhir 1991, sehingga Rusia dan 14 negara-negara baru yang mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Uni Soviet: Armenia, Azerbaijan, Belarus, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Latvia, Lithuania, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan , Ukraina dan Uzbekistan. Dampak terasa di lusinan negara-negara sosialis. Sosialisme ini ditinggalkan di negara-negara seperti Kamboja, Ethiopia, dan Mongolia. Runtuhnya komunisme dipimpin komentator untuk menyatakan akhir Perang Dingin.
      The adopsi dari berbagai bentuk ekonomi pasar mengakibatkan peningkatan pendapatan di seluruh dunia. Political development was mixed. Perkembangan politik dicampur. Di banyak negara anggota komunis instutions menjaga diri mereka berkuasa.

Rise of sosialisme

      Para Revolusi Oktober pada tahun 1917 memberikan kekuasaan kepada Soviet didominasi oleh Bolshevik. Soviet sosialisme menyebar ke banyak Dunia Ketiga negara.
      Setelah Perang Dunia II, Uni Soviet diinstal pemimpin komunis dan mempertahankan pasukan di seluruh Eropa Timur, di wilayah itu diduduki. Perang Dingin melihat keadaan ini, terikat bersama oleh Pakta Warsawa, telah melanjutkan ketegangan dengan barat capitilist serumpun dalam NATO. Selama Revolusi Hongaria tahun 1956, spontan nasional otoriter anti-pemberontakan, Uni Soviet menginvasi Hungaria untuk menegaskan kendali. Satu dekade kemudian, Uni Soviet menindas Musim Semi Praha dengan menyelenggarakan invasi Pakta Warsawa Cekoslowakia. Mao Zedong mendirikan People's Republic of China dan kediktatoran komunis pada 1949.


Republik Armenia atau dikenal sebagai Armenia saja (Tulisan asli dalam bahasa Armenia: Հայաստան, Hayastan, Հայք, Hayq), adalah negara Eropa-Asia yang wilayah daratnya terjepit oleh negara lain. Negara ini berbatasan dengan Turki di sebelah barat, Georgia di sebelah utara, Azerbaijan disebelah timur, dan Iran serta eksklave Nakhichevan (yang masih daerah Azerbaijan atau eksklave) disebelah selatan. Armenia adalah anggota dari Dewan Eropa dan Perserikatan Negara-Negara Merdeka dan selama berabad-abad menjadi daerah lintasan dan penyeberangan daerah timur dan barat.

Asal usul nama Armenia

      Dalam bahasa Armenia, negara tersebut dinamakan Hayq, dan kemudian Hayastan, yang berarti tanah dari orang orang Haik, penambahannya istilahnya menjadikan nama Haik bagian dari imbuhan ‘-stan’ yang dalam bahasa Persia berarti tanah. Menurut legenda, Haik adalah keturunan dari Nabi Nuh yang merupakan moyang dari seluruh orang Armenia (menurut tradisi Armenia kuno).
Haik bermukim di kaki Gunung Arafat, dan meninggalkan Armenia untuk membantu pembangunan Menara Babel, saat ia kembali, ia dikalahkan oleh Bel seorang Raja Babilonia (beberapa peneliti beranggapan bahwa ia dikalahkan oleh Nimrod pada tanggal 11 Agustus 2492 SM dekat danau Van, sebelah selatan Armenia kuno (kini daerah ini masuk dalam daerah Turki).
      Hayq adalah nama yang diberikan pada Armenia oleh negara-negara lain yang mengelilinginya. Nama ini diambil dari suku terkuat yang tinggal di tanah Armenia kuno, dan menamakan diri mereka ‘’Armens’’. Secara tradisional nama ini diturunkan dari Armenak atau Aram (keturunan Haik). Menurut penelitian yang dilakukan dari sisi Yahudi dan Kristen nama ‘Armenia’ diambil dari Har-Minni yang berarti Gunung Minni (atau Mannai). Penjelasan yang diambil dari masa pra-Kristen beranggapan bahwa Nairi, yang berarti tanah yang dialiri oleh sungai-sungai, adalah nama kuno yang diberikan untuk daerah pegunungan yang terdapat di negara itu dan nama ini digunakan oleh bangsa Assyriah sekitar tahun 1200 SM; namun Naskah Behistun yang terdapat di Iran dan dilansir berasal dari tahun 521 SM tercatat menuliskan Armenia.

Sejarah

      Armenia telah didiami oleh manusia sejak zaman prasejarah, dan telah diusulkan merupakan tempat situs dari Taman Firdaus yang termuat di Alkitab.
Armenia adalah daerah kekaisaran yang kaya akan budaya hingga pada akhir abad 1, dan daerahnya terbentang mulai dari Laut Hitam hingga Laut Kaspia serta Laut Mediterania pada zaman pemerintahan Tigranes Agung. Namun lokasi strategis Armenia yang terletak diantara dua benua telah menjadi magnet untuk banyak penjajah, termasuk bangsa Assyriah, Persia, Yunani, Romawi, Bizantium, Mongol, Arab, Turki Ottoman, dan Mongolia.
      Pada 301 M, Armenia menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Agama Kristen sebagai agama resmi suatu negara, dua belas tahun sebelum Kekaisaran Romawi memberikan toleransi resmi untuk agama Kristen dibawah Galerius, dan 30-40 tahun sebelum Konstantin di baptis. Walaupun ada komunitas-komunitas keagamaan lain sebelum Kristen, saat negara ini dijajah komunitas-komunitas ini dialihkan agamanya oleh para penyebar agama Kristen (misionaris).
      Setelah berulangkali dijajah dan dirubah oleh dinasti-dinasti yang berbeda termasuk oleh Parthian (Iran), Romawi, Bizantintium, Arab, Mongol, dan PersiaArmenia menjadi lemah. Pada tahun 1500an kekaisaran Ottoman dan Safavid Persia membelah Armenia.
      Di tahun 1813 dan 1828, Armenia modern (terdiri dari Erivan dan Karabakh yang masih merupakan daerah kesultanan Persia) dijadikan salah satu daerah Kekaisaran Rusia untuk sementara. Adanya Revolusi Bolshevik di Petrograd memungkinkan Armenia menjadi republik merdeka dalam waktu yang singkat, kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet lagi. Wilayah Armenia yang dikuasai Uni Soviet kemudian digabungkan dengan wilayah Georgia dan Azerbaijan menjadi Republik Sosialis Soviet Transkaukasus pada tahun 1922 dan 1936.
      Lalu pada tahun 1936 sampai 1991 Armenia berdiri menjadi wilayah sendiri sebagai Armenia SSR walaupun masih menjadi bagian dari Uni Soviet.
      Pada masa-masa akhir Kekaisaran Ottoman pada tahun 1915 hingga 1922, sebagian besar dari penduduk Armenia yang tinggal di Anatolia "hilang". Hal ini kemudian dikenal sebagai pembantaian orang Armenia atau Genosida Armenia, yang diyakini oleh orang-orang Armenia dan sebagian besar sejarahwan barat sebagai pembunuhan masal yang didukung/ dilakukan oleh pemerintahanan suatu negara. Namun otoritas Turki membantah hal ini dan berkeras bahwa angka kematian yang terjadi adalah akhibat dari perang sipil dan diperparah dengan penyebaran wabah penyakit dan kelaparan dan korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Perkiraan angka jumlah penduduk Armenia yang terbunuh berkisar dari 650.000 hingga 1.500.000 dan kejadian ini diperingati setiap tahun pada tanggal 24 April. Rakyat Armenia dan beberapa negara lainnya di dunia telah berkampanye selama 30 tahun agar kejadian ini diakui sebagai tindakan genosida yang brutal, namun banyak negara lain memberikan tekanan pada gerakan ini dan tidak ingin mengakui secara sah bahwa pembantaian masal di Armenia digolongkan sebagai genosida.
Armenia masih disibukkan oleh konflik berkepanjangan dengan Azerbaijan mengenai Nagorno-Karabakh, enklave yang sebagian besar didiami oleh rakyat Armenia. Menurut Armenia Nagorno-Karabakh menjadi bagian dari Azerbaijan akibat ulah Stalin yang memasukkan daerah tersebut menjadi bagian dari Soviet Azerbaijan. Konflik militer antara Armenia dan Azerbaijan dimulai pada tahun 1988, dan peperangan memuncak saat kedua negara merdeka dari Uni Soviet tahun 1991. Pada bulan Mei 1994, saat gencatan senjata, angkatan perang Armenia berhasil mengambil alih tidak saja Nagorno-Karabakh tetapi juga daerah-daerah lainnya yang disengketakan dengan Azerbaijan dan dinyatakan sebagai haknya.
      Keadaan ekonomi kedua negara ini dalam keadaan pincang akibat perang yang berkepanjangan dan tidak adanya resolusi damai.
Georgia

      Georgia (საქართველო Sakartvelo dalam bahasa Georgia; dikenal dari 1990 hingga 1995 sebagai Republik Georgia) adalah sebuah negara trans benua--di sebelah timur Laut Hitam di selatan Kaukasus--antara benua Eropa dan benua Asia. Bekas republik di Uni Soviet ini berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Turki di sebelah barat daya, Armenia di sebelah selatan serta Azerbaijan di sebelah timur. Luas wilayah Georgia 69.700 km², berpenduduk 4,4 juta jiwa (tidak termasuk Abkhazia dan Ossetia Selatan), 84% dari jumlah penduduk beretnis Georgia.

Sejarah

      Sepanjang sejarah, Georgia ditaklukan oleh kerajaan-kerajaan Muslim beberapa kali. Tbilisi (ibukota) ditaklukan oleh orang-orang Arab dalam abad ke-8 dan suatu masyarakat Muslim menetap di sana. Pada abad ke-8, Ottoman Turks dan Safavids Iran (orang-orang Persia) menguasai banyak daerah di Georgia. Para migran yang kemudian dikenal sebagai Tatars, juga memutuskan untuk membuat daerah tersebut menjadi tempat kediaman mereka.
      Selama era Soviet, Undang-undang Islam (Syariah) dan Pemerintahan dihapus pada tahun 1926. Namun menjelang tahun 1930, sebuah kompromi yang dicapai memberikan orang-orang Muslim kemerdekaan yang pasti. Saat Perang Dunia II, Pemerintah Soviet mendirikan Dewan Agama Muslim untuk mengendalikan umat Muslim di seluruh daerah tersebut. Beberapa orang Muslim dideportasi (tergantung pada etnisnya) dan deportasi tersebut sebenarnya berlanjut sampai akhir abad ke-20. Hal tersebut masih merupakan suatu isu politik sampai saat ini.

Politik

      Ada tiga kelompok penduduk Muslim utama: etnis Azeris (di daerah- daerah pedalaman dan Tbilisi), etnis Muslim Georgia di Ajara (di bagaian Barat Daya), dan etnis Checen Kists di timur laut. Masing- masing dari suku utama ini mempunyai suatu latar belakang sejarah yang berbeda.
Islam masih memunyai pengaruh besar di daerah tersebut. Ada tujuh Madrasah (sekolah agama Islam) di Georgia. Beberapa adalah Shi'ite, dibiayai oleh kelompok-kelompok agama Islam, sedangkan lainnya adalah Suni dan dibiayai oleh kelompok-kelompok Turki. Orang-orang Georgia kuatir terhadap ideologi Islam dan pengaruh luar yang dapat menyebabkan kekerasan internal. Muslim Chechec Kists juga dapat menjadi suatu sumber ketegangan politik antara Georgia dan Rusia.

Pembagian administratif

Georgia dibagi kepada 53 provinsi, 11 kota dan 2 republik otonomi:
Republik Otonomi: Abkhazia, Ajaria

Geografi

Kota-kota besar di Georgia antara lain:
·         Tbilisi - 1.066.100 jiwa (wilayah perkotaan 1.270.800)
·         Kutaisi - 183.300
·         Batumi - 116.900

Masalah di negara-negara sosialis

      Sosialisme menyebabkan pembunuhan besar-besaran. Dalam People's Republic of China, Great Leap Forward, maka Revolusi Kebudayaan, yang Kampanye Suppress kontrarevolusioner dan reformasi tanah, membawa kematian puluhan juta orang.
      Pers dalam periode komunis adalah organ negara, sepenuhnya bergantung pada dan tunduk kepada partai komunis. Media menjabat sebagai bentuk penting informasi dan kontrol atas masyarakat. The diseminasi dan penggambaran pengetahuan yang dianggap oleh pihak yang berwenang untuk menjadi penting untuk kelangsungan hidup komunisme dengan konsep-konsep alternatif mencekik dan kritik. Namun, negara-negara Barat berinvestasi di pemancar kuat yang memungkinkan layanan Barat untuk didengar di Blok Timur, walaupun upaya oleh otoritas untuk mengacaukan saluran pernafasan. Samizdat adalah bentuk kunci aktivitas pembangkang di blok Soviet.
      Degradasi lingkungan itu berat di negara-negara sosialis.. Polusi udara, pencemaran air tanah, Trabant, dan bencana Chernobyl menjadi ikon sosialisme.

Perkembangan di tahun 1980-an

      Margaret Thatcher menjadi Perdana Menteri Britania Raya pada tahun 1979. Pada tahun 1980, Ronald Reagan mengalahkan Jimmy Carter di Amerika Serikat pemilihan presiden, bersumpah untuk meningkatkan pengeluaran militer dan menghadapi Soviet di mana-mana. [8] Kedua Reagan dan Thatcher mengecam Uni Soviet dan ideologi. Reagan berlabel Uni Soviet sebagai "kekaisaran jahat" dan meramalkan bahwa Komunisme akan ditinggalkan pada "tumpukan abu sejarah".
      Baru pemimpin Cina Deng Xiaoping mengembangkan konsep sosialisme dengan karakteristik Cina.
      Pada tahun 1980-an, hampir semua ekonomi Blok Timur mengalami stagnasi, jatuh di belakang kemajuan teknologi dari Barat. Sistem ini, yang membutuhkan perencanaan partai-negara di semua tingkat, akhirnya ambruk di bawah beban akumulasi inefisiensi ekonomi , dengan berbagai upaya reformasi hanya memberikan kontribusi bagi percepatan krisis-menghasilkan kecenderungan.
      Polandia, lebih dari 60% dari penduduk hidup dalam kemiskinan, dan inflasi, yang diukur oleh tingkat pasar gelap dari dolar AS, adalah 1.500% pada periode 1982-1987.
1980 menyerang Gdańsk Shipyard, tempat kelahiran Solidaritas.
Republik Armenia atau dikenal sebagai Armenia saja (Tulisan asli dalam bahasa Armenia: Հայաստան, Hayastan, Հայք, Hayq), adalah negara Eropa-Asia yang wilayah daratnya terjepit oleh negara lain. Negara ini berbatasan dengan Turki di sebelah barat, Georgia di sebelah utara, Azerbaijan disebelah timur, dan Iran serta eksklave Nakhichevan (yang masih daerah Azerbaijan atau eksklave) disebelah selatan. Armenia adalah anggota dari Dewan Eropa dan Perserikatan Negara-Negara Merdeka dan selama berabad-abad menjadi daerah lintasan dan penyeberangan daerah timur dan barat.

Asal usul nama Armenia

      Dalam bahasa Armenia, negara tersebut dinamakan Hayq, dan kemudian Hayastan, yang berarti tanah dari orang orang Haik, penambahannya istilahnya menjadikan nama Haik bagian dari imbuhan ‘-stan’ yang dalam bahasa Persia berarti tanah. Menurut legenda, Haik adalah keturunan dari Nabi Nuh yang merupakan moyang dari seluruh orang Armenia (menurut tradisi Armenia kuno).
Haik bermukim di kaki Gunung Arafat, dan meninggalkan Armenia untuk membantu pembangunan Menara Babel, saat ia kembali, ia dikalahkan oleh Bel seorang Raja Babilonia (beberapa peneliti beranggapan bahwa ia dikalahkan oleh Nimrod pada tanggal 11 Agustus 2492 SM dekat danau Van, sebelah selatan Armenia kuno (kini daerah ini masuk dalam daerah Turki).
      Hayq adalah nama yang diberikan pada Armenia oleh negara-negara lain yang mengelilinginya. Nama ini diambil dari suku terkuat yang tinggal di tanah Armenia kuno, dan menamakan diri mereka ‘’Armens’’. Secara tradisional nama ini diturunkan dari Armenak atau Aram (keturunan Haik). Menurut penelitian yang dilakukan dari sisi Yahudi dan Kristen nama ‘Armenia’ diambil dari Har-Minni yang berarti Gunung Minni (atau Mannai). Penjelasan yang diambil dari masa pra-Kristen beranggapan bahwa Nairi, yang berarti tanah yang dialiri oleh sungai-sungai, adalah nama kuno yang diberikan untuk daerah pegunungan yang terdapat di negara itu dan nama ini digunakan oleh bangsa Assyriah sekitar tahun 1200 SM; namun Naskah Behistun yang terdapat di Iran dan dilansir berasal dari tahun 521 SM tercatat menuliskan Armenia.

Sejarah

      Armenia telah didiami oleh manusia sejak zaman prasejarah, dan telah diusulkan merupakan tempat situs dari Taman Firdaus yang termuat di Alkitab.
Armenia adalah daerah kekaisaran yang kaya akan budaya hingga pada akhir abad 1, dan daerahnya terbentang mulai dari Laut Hitam hingga Laut Kaspia serta Laut Mediterania pada zaman pemerintahan Tigranes Agung. Namun lokasi strategis Armenia yang terletak diantara dua benua telah menjadi magnet untuk banyak penjajah, termasuk bangsa Assyriah, Persia, Yunani, Romawi, Bizantium, Mongol, Arab, Turki Ottoman, dan Mongolia.
      Pada 301 M, Armenia menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Agama Kristen sebagai agama resmi suatu negara, dua belas tahun sebelum Kekaisaran Romawi memberikan toleransi resmi untuk agama Kristen dibawah Galerius, dan 30-40 tahun sebelum Konstantin di baptis. Walaupun ada komunitas-komunitas keagamaan lain sebelum Kristen, saat negara ini dijajah komunitas-komunitas ini dialihkan agamanya oleh para penyebar agama Kristen (misionaris).
      Setelah berulangkali dijajah dan dirubah oleh dinasti-dinasti yang berbeda termasuk oleh Parthian (Iran), Romawi, Bizantintium, Arab, Mongol, dan PersiaArmenia menjadi lemah. Pada tahun 1500an kekaisaran Ottoman dan Safavid Persia membelah Armenia.
      Di tahun 1813 dan 1828, Armenia modern (terdiri dari Erivan dan Karabakh yang masih merupakan daerah kesultanan Persia) dijadikan salah satu daerah Kekaisaran Rusia untuk sementara. Adanya Revolusi Bolshevik di Petrograd memungkinkan Armenia menjadi republik merdeka dalam waktu yang singkat, kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet lagi. Wilayah Armenia yang dikuasai Uni Soviet kemudian digabungkan dengan wilayah Georgia dan Azerbaijan menjadi Republik Sosialis Soviet Transkaukasus pada tahun 1922 dan 1936.
      Lalu pada tahun 1936 sampai 1991 Armenia berdiri menjadi wilayah sendiri sebagai Armenia SSR walaupun masih menjadi bagian dari Uni Soviet.
      Pada masa-masa akhir Kekaisaran Ottoman pada tahun 1915 hingga 1922, sebagian besar dari penduduk Armenia yang tinggal di Anatolia "hilang". Hal ini kemudian dikenal sebagai pembantaian orang Armenia atau Genosida Armenia, yang diyakini oleh orang-orang Armenia dan sebagian besar sejarahwan barat sebagai pembunuhan masal yang didukung/ dilakukan oleh pemerintahanan suatu negara. Namun otoritas Turki membantah hal ini dan berkeras bahwa angka kematian yang terjadi adalah akhibat dari perang sipil dan diperparah dengan penyebaran wabah penyakit dan kelaparan dan korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Perkiraan angka jumlah penduduk Armenia yang terbunuh berkisar dari 650.000 hingga 1.500.000 dan kejadian ini diperingati setiap tahun pada tanggal 24 April. Rakyat Armenia dan beberapa negara lainnya di dunia telah berkampanye selama 30 tahun agar kejadian ini diakui sebagai tindakan genosida yang brutal, namun banyak negara lain memberikan tekanan pada gerakan ini dan tidak ingin mengakui secara sah bahwa pembantaian masal di Armenia digolongkan sebagai genosida.
Armenia masih disibukkan oleh konflik berkepanjangan dengan Azerbaijan mengenai Nagorno-Karabakh, enklave yang sebagian besar didiami oleh rakyat Armenia. Menurut Armenia Nagorno-Karabakh menjadi bagian dari Azerbaijan akibat ulah Stalin yang memasukkan daerah tersebut menjadi bagian dari Soviet Azerbaijan. Konflik militer antara Armenia dan Azerbaijan dimulai pada tahun 1988, dan peperangan memuncak saat kedua negara merdeka dari Uni Soviet tahun 1991. Pada bulan Mei 1994, saat gencatan senjata, angkatan perang Armenia berhasil mengambil alih tidak saja Nagorno-Karabakh tetapi juga daerah-daerah lainnya yang disengketakan dengan Azerbaijan dan dinyatakan sebagai haknya.
      Keadaan ekonomi kedua negara ini dalam keadaan pincang akibat perang yang berkepanjangan dan tidak adanya resolusi damai.
Georgia

      Georgia (საქართველო Sakartvelo dalam bahasa Georgia; dikenal dari 1990 hingga 1995 sebagai Republik Georgia) adalah sebuah negara trans benua--di sebelah timur Laut Hitam di selatan Kaukasus--antara benua Eropa dan benua Asia. Bekas republik di Uni Soviet ini berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Turki di sebelah barat daya, Armenia di sebelah selatan serta Azerbaijan di sebelah timur. Luas wilayah Georgia 69.700 km², berpenduduk 4,4 juta jiwa (tidak termasuk Abkhazia dan Ossetia Selatan), 84% dari jumlah penduduk beretnis Georgia.

Sejarah

      Sepanjang sejarah, Georgia ditaklukan oleh kerajaan-kerajaan Muslim beberapa kali. Tbilisi (ibukota) ditaklukan oleh orang-orang Arab dalam abad ke-8 dan suatu masyarakat Muslim menetap di sana. Pada abad ke-8, Ottoman Turks dan Safavids Iran (orang-orang Persia) menguasai banyak daerah di Georgia. Para migran yang kemudian dikenal sebagai Tatars, juga memutuskan untuk membuat daerah tersebut menjadi tempat kediaman mereka.
      Selama era Soviet, Undang-undang Islam (Syariah) dan Pemerintahan dihapus pada tahun 1926. Namun menjelang tahun 1930, sebuah kompromi yang dicapai memberikan orang-orang Muslim kemerdekaan yang pasti. Saat Perang Dunia II, Pemerintah Soviet mendirikan Dewan Agama Muslim untuk mengendalikan umat Muslim di seluruh daerah tersebut. Beberapa orang Muslim dideportasi (tergantung pada etnisnya) dan deportasi tersebut sebenarnya berlanjut sampai akhir abad ke-20. Hal tersebut masih merupakan suatu isu politik sampai saat ini.

Politik

      Ada tiga kelompok penduduk Muslim utama: etnis Azeris (di daerah- daerah pedalaman dan Tbilisi), etnis Muslim Georgia di Ajara (di bagaian Barat Daya), dan etnis Checen Kists di timur laut. Masing- masing dari suku utama ini mempunyai suatu latar belakang sejarah yang berbeda.
Islam masih memunyai pengaruh besar di daerah tersebut. Ada tujuh Madrasah (sekolah agama Islam) di Georgia. Beberapa adalah Shi'ite, dibiayai oleh kelompok-kelompok agama Islam, sedangkan lainnya adalah Suni dan dibiayai oleh kelompok-kelompok Turki. Orang-orang Georgia kuatir terhadap ideologi Islam dan pengaruh luar yang dapat menyebabkan kekerasan internal. Muslim Chechec Kists juga dapat menjadi suatu sumber ketegangan politik antara Georgia dan Rusia.

Pembagian administratif

Georgia dibagi kepada 53 provinsi, 11 kota dan 2 republik otonomi:
Republik Otonomi: Abkhazia, Ajaria

Geografi

Kota-kota besar di Georgia antara lain:
·         Tbilisi - 1.066.100 jiwa (wilayah perkotaan 1.270.800)
·         Kutaisi - 183.300
·         Batumi - 116.900

Chechnya
      Republik Chechnya (bahasa Rusia: Чеченская Республика; bahasa Chechnya: Нохчийн Республика/Noxçiyn Respublika), atau hanya Chechnya (bahasa Rusia: Чечня, bahasa Chechnya: Нохчичьо/Noxçiyçö), Chechnia atau Chechenia, adalah sebuah konstituen Federasi Rusia.
Lokasi Chechnya di peta Kaukasus

      Berbatasan dengan Stavropol Krai di barat laut, republik Dagestan di timur laut dan timur, Georgia di selatan, dan republik Ingushetia dan Ossetia Utara di barat, Chechnya terletak pada pegunungan Kaukasus Utara. Ibukotanya berada di Grozny.
      Setelah jatuhnya Uni Soviet, sekelompok pemberontak Chechnya menyatakan bahwa mereka adalah pemerintah yang sah, mengumumkan parlemen baru, dan memproklamasikan kemerdekaan mereka sebagai Republik Chechnya Ichkeria. Hingga 2004, kemerdekaan mereka tidak diakui negara apapun. Deklarasi tersebut telah menyebabkan konflik bersenjata di mana kelompok-kelompok Chechnya dan Rusia saling terlibat.
      Menurut laporan, pejabat pro-Rusia mengaku bahwa sejak 1994 lebih dari 200.000 pemberontak dan warga sipil telah terbunuh, dan dalam jangka waktu yang sama lebih dari 20.000 anak-anak telah meninggal dan puluhan ribu lainnya menjadi yatim piatu.

Masalah Timor Timur dan Indonesia


      Dari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang dikenal sebagai Timor Portugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut Timor. Akibat kejadian politis di Portugal, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin, sebuah partai yang dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT, menjadi partai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal.
      Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia, berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis.
      Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI) membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur — melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lain-lain. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia.
      Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilih untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan, dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti merusak infrastruktur di daerah tersebut.
Pada Oktober 1999, MPR membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh dicapai pada Mei 2002 sebagai negara Timor Leste.

Buruh kekacauan di Polandia pada tahun 1980 telah menyebabkan pembentukan serikat buruh independen, Solidaritas, yang dipimpin oleh Lech Wałęsa, yang dari waktu ke waktu menjadi kekuatan politik. Pada tanggal 13 Desember 1981, pemimpin Komunis Wojciech Jaruzelski mulai retak-down pada Solidaritas, menyatakan hukum darurat militer di Polandia, menangguhkan perserikatan, dan untuk sementara memenjarakan semua para pemimpinnya. Sepanjang pertengahan 1980-an, Solidaritas bertahan semata-mata sebagai organisasi bawah tanah, yang didukung oleh Gereja Katolik. Namun, pada akhir 1980-an, Solidaritas menjadi cukup kuat untuk menggagalkan upaya Jaruzelski di reformasi, dan pemogokan nasional pada tahun 1988 memaksa pemerintah untuk membuka dialog dengan Solidaritas.
      Sementara di Uni Soviet, kepala KGB Yuri Andropov berhasil bergabung dalam Sekretariat Partai Mei 1982 dan menjadi Sekretaris Jenderal. Menurut mantan bawahannya Securitate umum Mihai Ion Pacepa,
      "Di Barat, jika Andropov dikenang sama sekali, itu untuk yang brutal pembangkangan politik penindasan di rumah dan atas perannya dalam merencanakan invasi tahun 1968 Cekoslowakia. Sebaliknya, para pemimpin mantan Pakta Warsawa komunitas intelijen, ketika saya adalah salah satu dari mereka, mendongak ke Andropov sebagai orang yang menggantikan KGB untuk Partai Komunis di pemerintahan Uni Soviet, dan yang adalah ayah baptis dari Rusia era baru operasi penipuan yang bertujuan untuk meningkatkan citra rusak parah penguasa di Uni Soviet barat. "
      Meskipun beberapa negara-negara blok Timur telah mencoba beberapa gagal, terbatas ekonomi dan politik reformasi sejak tahun 1950-an (Revolusi Hongaria tahun 1956, Praha Musim Semi 1968), munculnya reformasi yang berpikiran pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev tahun 1985 mengisyaratkan kecenderungan ke arah liberalisasi yang lebih besar. Selama pertengahan 1980-an, generasi muda apparatchiks Soviet, yang dipimpin oleh Gorbachev, mulai advokasi reformasi mendasar untuk membalikkan tahun Brezhnev stagnasi. Uni Soviet menghadapi periode kemunduran ekonomi yang parah dan membutuhkan teknologi Barat dan kredit untuk menebus keterbelakangan yang semakin meningkat. Biaya mempertahankan apa yang disebut "kerajaan" - militer, KGB, subsidi negara klien asing - lebih menegangkan hampir mati perekonomian Soviet.
Tanda-tanda pertama reformasi besar datang pada tahun 1986 ketika Gorbachev meluncurkan kebijakan glasnost (keterbukaan) di Uni Soviet, dan menekankan perlunya perestroika (restrukturisasi ekonomi). Pada musim semi tahun 1989, Uni Soviet tidak hanya mengalami perdebatan media hidup, tapi juga menyelenggarakan multi-kandidat pertama pemilihan yang baru terbentuk Kongres Deputi Rakyat. Meskipun glasnost menganjurkan keterbukaan dan kritik politik, pada waktu, itu hanya diperbolehkan sesuai dengan pandangan politik kaum Komunis. Masyarakat umum di blok Timur masih terancam oleh polisi rahasia dan represi politik.
      Moskow rintangan terbesar untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan politik dengan kekuatan Barat tetap Tirai Besi yang ada antara Timur dan Barat. Selama momok intervensi militer Soviet menjulang lebih dari Eropa Timur, tampaknya tidak mungkin bahwa Moskow dapat menarik dukungan ekonomi Barat yang diperlukan untuk membiayai restrukturisasi negara. Gorbachev mendesak para mitra Eropa Timur untuk meniru perestroika dan glasnost di negara mereka sendiri. Namun, sementara reformis di Hungaria dan Polandia yang berani oleh kekuatan liberalisasi menyebar dari Timur ke Barat, negara-negara blok Timur lainnya tetap terbuka skeptis dan menunjukkan keengganan untuk reformasi. Pengalaman masa lalu telah menunjukkan bahwa meskipun reformasi di Uni Soviet itu dikelola, tekanan untuk perubahan di Eropa Timur memiliki potensi untuk menjadi tak terkendali. These regimes owed their creation and continued survival to Soviet-style authoritarianism, backed by Soviet military power and subsidies. Rezim ini berutang penciptaan mereka dan terus bertahan hidup untuk gaya Soviet otoritarianisme, yang didukung oleh kekuatan militer Soviet dan subsidi. Percaya inisiatif reformasi Gorbachev akan hidup pendek, para penguasa Komunis ortodoks seperti Jerman Timur 's Erich Honecker, Bulgaria' s Todor Zhivkov, Cekoslowakia 's Gustáv Husák, dan Rumania' s Nicolae Ceauşescu keras kepala mengabaikan panggilan untuk perubahan. " Bila tetangga Anda memasang wallpaper baru, itu tidak berarti Anda harus juga, "kata salah satu anggota politbiro Jerman Timur.

Polandia Perundingan Meja Bundar

      Pada tahun 1989, Uni Soviet telah mencabut Doktrin Brezhnev mendukung non-intervensi dalam urusan internal dari Pakta Warsawa sekutu, disebut sebagai Doktrin Sinatra dalam bercanda referensi ke lagu "My Way". Polandia menjadi negara Pakta Warsawa pertama negara untuk membebaskan diri dari dominasi Soviet. Mengambil pemberitahuan dari Polandia, Hungaria yang berikutnya untuk mengikuti.
      Pada akhir 1980-an, Solidaritas menjadi cukup kuat untuk menggagalkan upaya Jaruzelski di reformasi, dan pemogokan nasional pada tahun 1988 memaksa pemerintah untuk membuka dialog dengan Solidaritas. Pada 9 Maret 1989, kedua belah pihak sepakat untuk sebuah badan legislatif bikameral dinamakan Majelis Nasional. Yang sudah ada Sejm akan menjadi rumah yang lebih rendah. Senat akan dipilih oleh rakyat. Secara tradisional kantor yang seremonial, presiden diberi kekuasaan lebih [16] (Polandia Perjanjian Meja Bundar).

Demonstrasi Tiananmen 1989

      Pada Desember 1986, para demonstran mahasiswa Cina, mengambil keuntungan dari suasana politik mengendur, melancarkan protes terhadap lambatnya reformasi. Mahasiswa menyerukan pemilihan kampus, kesempatan untuk belajar di luar negeri, dan ketersediaan yang lebih besar budaya pop Barat. Hu Yaobang, seorang anak didik dari Deng Xiaoping dan penganjur terkemuka reformasi, dipersalahkan karena protes dan dipaksa mengundurkan diri sebagai Sekretaris Jenderal PKC di Januari 1987. Dalam "Kampanye Anti Liberalisasi borjuis", Hu akan semakin dikecam.
      Para Demonstrasi Tiananmen 1989 yang dipicu oleh kematian Hu Yaobang pada 15 April. Pada menjelang pemakaman Hu, 1.000.000 orang telah berkumpul di lapangan Tiananmen.
      Gorbachev mengunjungi di People's Republic of China pada 15 Mei selama Protes Lapangan Tiananmen 1989 membawa banyak kantor berita asing ke Beijing, dan mereka penggambaran simpatik membantu para pengunjuk rasa menggembleng semangat pembebasan di antara Eropa Timur yang sedang menonton. Para pemimpin Cina, khususnya Sekretaris Jenderal Partai Komunis Zhao Ziyang, setelah mulai lebih awal dari Soviet untuk reformasi ekonomi secara radikal, terbuka untuk reformasi politik, tetapi tidak pada potensi biaya kembali ke kekacauan Revolusi Kebudayaan.
      Gerakan berlangsung selama tujuh minggu, dari kematian Hu pada tanggal 15 April hingga tank membersihkan Lapangan Tiananmen pada tanggal 4 Juni. Di Beijing, yang dihasilkan militer terhadap para demonstran oleh pemerintah RRC kiri banyak warga sipil dan personil militer dituntut dengan membersihkan kuadrat dari mati atau terluka parah. The number of deaths is not known and many different estimates exist. Jumlah kematian tidak diketahui dan banyak perkiraan yang berbeda ada.

Revolusi tahun 1989

Polandia

      Pada April 1989, Solidaritas kembali disahkan dan diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan anggota parlemen pada 4 Juni 1989 (kebetulan, sehari setelah tindakan keras di Cina tengah malam pengunjuk rasa di Tiananmen Square). Gempa politik diikuti. Solidaritas kemenangan melampaui semua prediksi. (with the one remaining seat taken by an independent candidate). Solidaritas calon menangkap semua kursi mereka diizinkan untuk bersaing di Sejm, sementara di Senat mereka ditangkap 99 keluar dari 100 kursi yang tersedia (dengan satu kursi yang tersisa diambil oleh calon independen). Pada saat yang sama, banyak calon Komunis terkemuka gagal bahkan mendapatkan jumlah suara minimum yang diperlukan untuk merebut kursi yang disediakan untuk mereka. Baru Komunis non-pemerintah, yang pertama dari jenisnya di bekas Blok Timur, disumpah ke kantor pada bulan September 1989.

Hungaria

      Hungaria di samping kembali ke non-pemerintah komunis. Meskipun Hungaria telah mencapai beberapa abadi reformasi ekonomi dan liberalisasi politik yang terbatas selama 1980-an, reformasi besar hanya terjadi setelah penggantian János Kádár sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis pada tahun 1988. Pada tahun yang sama, DPR mengadopsi "demokrasi paket", yang termasuk serikat buruh pluralisme; kebebasan berserikat, berkumpul, dan pers; hukum pemilihan yang baru dan radikal revisi konstitusi, antara lain.
      Pada bulan Oktober 1989, Partai Komunis mengadakan kongres dan yang terakhir kembali memantapkan dirinya sebagai Partai Sosialis Hongaria, yang masih ada hingga sekarang (lihat MSZP). Dalam sesi bersejarah dari 16 Oktober-20 Oktober, parlemen perundang-undangan diadopsi menyediakan untuk multi-partai pemilihan parlemen dan pemilihan presiden langsung. Mengubah undang-undang Hungaria dari People's Republic ke Republik Hungaria, dijamin manusia dan hak-hak sipil, dan menciptakan suatu struktur kelembagaan yang menjamin pemisahan kekuasaan antara yudikatif, legislatif, dan cabang-cabang eksekutif pemerintahan. Hongaria menyarankan bahwa pasukan Soviet "pulang" - sebuah ide pertama kali diusulkan oleh Viktor Orbán di pemakaman kembali pemakaman Imre Nagy.

Jerman Timur

      Setelah reformasi perbatasan dibuka dari Hungaria, semakin banyak orang Jerman Timur mulai beremigrasi ke Jerman Barat melalui Hungaria perbatasan dengan Austria. Pada akhir September 1989, lebih dari 30.000 Jerman Timur melarikan diri ke Barat sebelum GDR menyangkal pergi ke Hungaria, meninggalkan CSSR (Cekoslowakia) sebagai satu-satunya negara tetangga Jerman Timur di mana bisa bepergian. Ribuan Timur berusaha mencapai Jerman Barat dengan menempati fasilitas diplomatik Jerman Barat di ibu kota Eropa Timur lainnya, terutama Kedutaan Praha di mana ribuan berkemah di taman yang berlumpur pada bulan Agustus sampai bulan November. Setelah menutup diri dari mereka kesempatan terakhir untuk melarikan diri, Jerman Timur mulai Senin demonstrasi. Hundreds of thousands of people in several cities — particularly Leipzig — eventually took part. Ratusan ribu orang di beberapa kota - khususnya Leipzig - akhirnya ambil bagian.
      Setelah 2 Oktober demonstrasi, Partai Persatuan Sosialis (SED) pemimpin Eric Honecker mengeluarkan menembak dan membunuh perintah kepada militer. Komunis menyiapkan besar polisi, milisi, Stasi, dan bekerja-kehadiran pasukan tempur dan ada desas-desus dari suatu Lapangan Tiananmen gaya pembantaian.
      Di 6 Oktober dan 7 Oktober, Gorbachev mengunjungi Jerman Timur untuk menandai ulang tahun ke-40 Republik Demokratik Jerman, dan mendesak pemimpin Jerman Timur untuk menerima reformasi. A famous quote of his is rendered in German as "Wer zu spät kommt, den bestraft das Leben" ( He who is too late is punished by life ). Sebuah kutipan terkenal dari diterjemahkan dalam bahasa Jerman sebagai "meludah zu Wer kommt, den das Leben bestraft" (Dia yang terlambat dihukum oleh kehidupan). Namun, orang tua, Erich Honecker tetap menentang reformasi internal, dengan rezim bahkan akan sejauh melarang peredaran publikasi Soviet yang dipandang sebagai subversif.
      Dihadapkan dengan kerusuhan sipil yang berkelanjutan, yang berkuasa Partai Persatuan Sosialis (SED) digulingkan Honecker pada pertengahan Oktober, dan menggantikannya dengan Egon Krenz. Juga, Cekoslowakia perbatasan untuk dibuka lagi, tapi pihak berwenang segera Cekoslowakia membiarkan semua perjalanan Jerman Timur ke Jerman Barat secara langsung tanpa basa-basi birokrasi, dengan demikian bagian dari mereka mengangkat Tirai Besi pada tanggal 3 November. Tidak dapat untuk membendung aliran berikutnya pengungsi ke Barat melalui Cekoslovakia, penguasa Jerman Timur akhirnya menyerah pada tekanan publik dengan mengizinkan warga Jerman Timur untuk memasukkan Berlin Barat dan Jerman Barat secara langsung, melalui titik perbatasan yang ada, pada 9 November, tanpa harus benar penjelasan penjaga perbatasan. Dipicu oleh kata-kata yang tidak menentu Günter Schabowski di TV konferensi pers, yang menyatakan bahwa perubahan yang direncanakan itu "berlaku segera", ratusan ribu orang memanfaatkan kesempatan; segera poin penyeberangan yang baru dibuka pada Tembok Berlin dan di sepanjang perbatasan dengan Jerman Barat. Pada Desember, Krenz telah diganti, dan SED's monopoli kekuasaan sudah berakhir. Hal ini mendorong percepatan proses reformasi di Jerman Timur yang akhirnya berakhir dengan penyatuan kembali dari Jerman Barat dan Timur yang mulai berlaku pada tanggal 3 Oktober 1990.
      Kremlin kesanggupannya untuk meninggalkan strategis seperti sekutu penting menandai perubahan dramatis oleh adidaya Uni Soviet dan perubahan paradigma yang mendasar dalam hubungan internasional, yang sampai tahun 1989 telah didominasi oleh East-West membagi berjalan melalui Berlin itu sendiri.

Gerakan pembaharuan Cekoslovakia 1986 dan Revolusi Beludru di Cekoslovakia 1989
Wilayah mantan Blok Timur menyatakan dengan tanggal yang pemerintahan Komunis berakhir. Tanggal kemerdekaan menyatakan mantan negara Uni Soviet.
      The "Velvet Revolution" adalah non-kekerasan revolusi di Cekoslowakia yang melihat menggulingkan pemerintah Komunis. Di 17 November, 1989 (Jumat), polisi anti huru-hara menahan damai demonstrasi mahasiswa di Praha. Peristiwa itu memicu serangkaian demonstrasi populer dari November 19 sampai akhir Desember. Oleh November 20 jumlah damai pengunjuk rasa berkumpul di Praha telah membengkak dari 200.000 hari sebelumnya diperkirakan setengah juta. Seorang dua jam pemogokan umum, yang melibatkan semua warga Cekoslowakia, telah berhasil diselenggarakan pada tanggal 27 November.
      Dengan runtuhnya pemerintah Komunis lain, dan meningkatkan protes jalanan, Partai Komunis Cekoslowakia pada tanggal 28 November mengumumkan bahwa ia akan melepaskan kekuasaan dan membongkar partai tunggal negara. Kawat berduri dan penghalang lain dipindahkan dari perbatasan dengan Jerman Barat dan Austria pada awal Desember. Pada 10 Desember, Presiden Gustáv Husák diangkat sebagian besar pertama non-pemerintah Komunis di Cekoslovakia sejak 1948, dan mengundurkan diri. Alexander Dubček terpilih sebagai ketua parlemen federal pada tanggal 28 dan Václav Havel Presiden Cekoslowakia pada 29 Desember 1989.
      Pada Juni 1990 Cekoslowakia mengadakan pemilu demokratis pertama sejak 1946.

Gerakan Nasionalisme di Polandia
      Pada April 1989 di Polandia, Solidaritas kembali disahkan dan diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan anggota parlemen pada 4 Juni 1989 (kebetulan, sehari setelah tindakan keras di Cina tengah malam pengunjuk rasa di Tiananmen Square). Gempa politik diikuti. Solidaritas kemenangan melampaui semua prediksi. (with the one remaining seat taken by an independent candidate). Solidaritas calon menangkap semua kursi mereka diizinkan untuk bersaing di Sejm, sementara di Senat mereka ditangkap 99 keluar dari 100 kursi yang tersedia (dengan satu kursi yang tersisa diambil oleh calon independen). Pada saat yang sama, banyak calon Komunis terkemuka gagal bahkan mendapatkan jumlah suara minimum yang diperlukan untuk merebut kursi yang disediakan untuk mereka. Baru Komunis non-pemerintah, yang pertama dari jenisnya di bekas Blok Timur, disumpah ke kantor pada bulan September 1989.

Gerakan Kemerdekaan Negara-negara Baltik
      Negara-negara Baltik adalah negara-negara pecahan dari Uni Soviet yang terletak di sekeliling Laut Baltik, yaitu sebuah kawasan di Eropa Utara yang mencakup Estonia, Latvia dan Lituania.
      Sebelum masa Perang Dunia II, Finlandia juga sering dianggap oleh Uni Soviet sebagai negara Baltik.

Gerakan Kemerdekaan Di Armenia, Georgia, dan Cechnya

Armenia


Chechnya
      Republik Chechnya (bahasa Rusia: Чеченская Республика; bahasa Chechnya: Нохчийн Республика/Noxçiyn Respublika), atau hanya Chechnya (bahasa Rusia: Чечня, bahasa Chechnya: Нохчичьо/Noxçiyçö), Chechnia atau Chechenia, adalah sebuah konstituen Federasi Rusia.
Lokasi Chechnya di peta Kaukasus
      Berbatasan dengan Stavropol Krai di barat laut, republik Dagestan di timur laut dan timur, Georgia di selatan, dan republik Ingushetia dan Ossetia Utara di barat, Chechnya terletak pada pegunungan Kaukasus Utara. Ibukotanya berada di Grozny.
      Setelah jatuhnya Uni Soviet, sekelompok pemberontak Chechnya menyatakan bahwa mereka adalah pemerintah yang sah, mengumumkan parlemen baru, dan memproklamasikan kemerdekaan mereka sebagai Republik Chechnya Ichkeria. Hingga 2004, kemerdekaan mereka tidak diakui negara apapun. Deklarasi tersebut telah menyebabkan konflik bersenjata di mana kelompok-kelompok Chechnya dan Rusia saling terlibat.
      Menurut laporan, pejabat pro-Rusia mengaku bahwa sejak 1994 lebih dari 200.000 pemberontak dan warga sipil telah terbunuh, dan dalam jangka waktu yang sama lebih dari 20.000 anak-anak telah meninggal dan puluhan ribu lainnya menjadi yatim piatu.

Gerakan Nasionalisme di Asia Tengah

9.   Masalah Timor Timur dan Indonesia
      Dari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang dikenal sebagai Timor Portugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut Timor. Akibat kejadian politis di Portugal, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin, sebuah partai yang dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT, menjadi partai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal.
      Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia, berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis.
      Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI) membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur — melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lain-lain. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia.
      Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilih untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan, dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti merusak infrastruktur di daerah tersebut.
Pada Oktober 1999, MPR membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh dicapai pada Mei 2002 sebagai negara Timor Leste.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar