Minggu, 04 September 2011

Peristiwa Penting menjelang dan sesudah berakhirnya Perang Dingin

1.   Perang Teluk
      Perang Teluk Persia I atau Gulf War disebabkan atas Invasi Irak atas Kuwait 2 Agustus 1990 dengan strategi gerak cepat yang langsung menguasai Kuwait. Emir Kuwait Syeikh Jaber Al Ahmed Al Sabah segera meninggalkan negaranya dan Kuwait dijadikan provinsi ke-19 Irak dengan nama Saddamiyat Al-Mitla` pada tanggal 28 Agustus 1990, sekalipun Kuwait membalasnya dengan serangan udara kecil terhadap posisi posisi Irak pada tanggal 3 Agustus 1991 dari pangkalan yang dirahasiakan.
      Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki.
      Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990.
      Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat), serta beberapa negara di kawasan Asia. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Pasukan negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen. Khalid bin Sultan.
      Misi diplomatik antara James Baker dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz gagal (9 Januari 1991). Irak menolak permintaan PBB agar Irak menarik pasukannya dari Kuwait 15 Januari 1991. Akhirnya Presiden Amerika Serikat George H. Bush diizinkan menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Operasi Badai Gurun dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991.
      Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv dan Haifa, Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Sovyet rakitan Irak, serta melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Sovyet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev namun ditolak Presiden Bush pada tanggal 19 Februari 1991. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan.
      Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai.

2.   Politik Apatheid di Afrika Selatan
Afrika Selatan merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah menjadi penghuninya termasuk suku Khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu. Penjelajah Belanda yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada 1652. Pada saat itu Inggris juga berminat dengan negara ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Britania-Belanda dan dua Perang Boer. Pada 1910, empat republik utama digabung di bawah Kesatuan Afrika Selatan. Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania sepenuhnya.

Walaupun negara ini berada di bawah jajahan Britania, mereka terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah berlanjut hingga tahun 1940-an, saat partai pro-Afrikaner yaitu Partai Nasional (NP) memperoleh mayoritas di parlemen. Strategi-strategi partai tersebut telah menciptakan dasar apartheid (yang disahkan pada tahun 1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras. Namun demikian pemerintahan Britania kerap kali menggagalkan usaha apartheid yang menyeluruh di Afrika Selatan.

Pada tahun 1961, setelah pemilu khusus kaum kulit putih, Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik. Bermula pada 1960-an, 'Grand Apartheid' (apartheid besar) dilaksanakan, politik ini menekankan pengasingan wilayah dan kezaliman pihak polisi.

Penindasan kaum kulit hitam terus berlanjut sehingga akhir abad ke-20. Pada Februari 1990, akibat dorongan dari bangsa lain dan tentangan hebat dari berbagai gerakan anti-apartheid khususnya Kongres Nasional Afrika (ANC), pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden F.W. de Klerk menarik balik larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai politik berhaluan kiri yang lain dan membebaskan Nelson Mandela dari penjara. Undang-undang apartheid mulai dihapus secara perlahan-lahan dan pemilu tanpa diskriminasi yang pertama diadakan pada tahun 1994. Partai ANC meraih kemenangan yang besar dan Nelson Mandela, dilantik sebagai Presiden kulit hitam yang pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah berada di tangan kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam kemiskinan.

Sewaktu Nelson Mandela menjadi presiden negara ini selama 5 tahun, pemerintahannya telah berjanji untuk melaksanakan perubahan terutamanya dalam isu-isu yang telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa isu-isu yang ditangani oleh pemerintahan pimpinan ANC adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, kekurangan perumahan dan pangan. Pemerintahan Mandela juga mula memperkenalkan kembali Afrika Selatan kepada ekonomi global setelah beberapa tahun diasingkankan karena politik apartheid. Di samping itu, dalam usaha mereka untuk menyatukan rakyat pemerintah juga membuat sebuah komite yang dikenal dengan Truth and Reconciliation Committee (TRC) dibawah pimpinan Uskup Desmond Tutu. Komite ini berperan untuk memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar masyarakat Afrika Selatan dapat hidup dalam aman dan harmonis.

Presiden Mandela menumpukan seluruh perhatiannya terhadap perdamaian di tahap nasional, dan mencoba untuk membina suatu jatidiri untuk Afrika Selatan dalam masyarakat majemuk yang terpisah oleh konflik yang berlarut-larut selama beberapa dasawarsa. Kemampuan Mandela dalam mencapai objektifnya jelas terbukti karena selepas 1994 negara ini telah bebas dari konflik politik. Nelson Mandela meletakkan jabatannya sebagai presiden partai ANC pada Desember 1997, untuk memberi kesempatan kepada Presiden yang baru yaitu Thabo Mbeki. Mbeki dipilih sebagai presiden Afrika Selatan selepas memenangi pemilu nasional pada tahun 1999, dan partainya menang tipis dua pertiga mayoritas di parlemen. Presiden Mbeki telah mengalihkan fokus pemerintahan dari pendamaian ke perubahan, terutama dari segi ekonomi negara.

3.    Konflik Kamboja
Pada 1953, Kamboja berhasil memperoleh kemerdekaannya meskipun Perang Dunia II dan Perang Indochina Pertama. Mereka kemerdekaan diperoleh melalui kecerdasan politik Raja Sihanouk. Karena ingin dibebaskan dari tekanan monarki, Sihanouk turun tahta tahta dan menjadi waktu penuh politikus.

Dia mulai faksi politik yang disebut Masyarakat Sosialis Rakyat (Sangkum Reastr Niyum) yang kemudian dimenangkan oleh tanah longsor di pemilu nasional tahun 1955. Pada bagian keberhasilan itu karena popularitasnya, tetapi juga dari kebrutalan polisi di TPS.

Pada tahun 1960, ketika ayahnya meninggal ia diangkat menjadi kepala negara (sampai kemudian ia menjadi perdana menteri). Walaupun ia tetap netral dalam perjuangan antara AS dan Uni Soviet mengenai ketegangan di Vietnam, ia mengubah posisinya pada 1965 dan menghilangkan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Pada saat yang sama ia membiarkan Komunis Kamboja Vietnam akses ke tanah untuk mendirikan pangkalan. Dengan menjadi tidak stabil perekonomian Kamboja, Sihanouk memutuskan untuk memperbaharui hubungan dengan Amerika Serikat, yang secara diam-diam berencana pengeboman daerah yang ditengarai Kamboja perumahan Komunis Vietnam.


Sementara Sihanouk luar negeri pada tahun 1970, ia digulingkan dari kekuasaan dan melarikan diri ke Cina. Jenderal Lon Nol, perdana menteri, yang diharapkan bantuan AS, tetapi AS disibukkan dengan masalah Vietnam dan tidak membantu. Dalam pada itu, sejak pasukannya sedang sakit-dilengkapi, mereka tidak bisa menghentikan invasi oleh Vietnam Selatan, mencari Vietnam Utara.

Untuk menambah masalah Lon Nol, Sihanouk berhasil dibujuk untuk mendirikan sebuah pemerintahan sementara di pengasingan, yang disebut Khmer Merah. Khmer Merah menjadi duri dalam sisi Lon Nol bersama dengan Vietnam hingga rezim Khmer runtuh. Faktor lain yang keruntuhan adalah ulang pengeboman AS pedesaan Kamboja. Pada tahun 1975, Khmer Merah mampu mengambil alih Phnom Penh dan tidak lama kemudian, Vietnam Utara yang menduduki Vietnam Selatan.

Khmer Merah Kamboja merasa antipati terhadap tinggal di daerah perkotaan dan memaksa mereka ke pedesaan di mana mereka dipaksa untuk bekerja dalam berbagai bentuk pertanian. Leading the Khmer Merah adalah seorang pria dengan nama Saloth Sar, yang lebih dikenal sebagai Pol Pot. The pemerintah, Demokrat Kampochea (DK), dijalankan sebagian oleh Kamboja pedesaan yang buta huruf, tetapi telah berjuang bersama dengan Khmer Merah dalam perang.


The ejekan dan perlakuan buruk terhadap mantan dirasakan penduduk kota ini sedikit lebih baik daripada perlakuan terhadap orang intelektual, religius, dan mereka yang diyakini akan melawan rezim - hukuman mereka adalah kematian. Selama Pol Pot (Khmer Merah) rezim lebih dari dua puluh persen dari penduduk Kamboja dibunuh.

Khmer Merah rencana untuk menyerang Vietnam dan daerah-daerah lain menjadi bumerang ketika Kamboja Vietnam terkejut dengan serangan lebih dari 100.000 pasukan. Mereka disertai oleh para pemberontak Komunis Kamboja dan berhasil untuk menyerbu Phnom Penh, yang telah dikosongkan oleh Khmer Merah sehari sebelumnya.

Khmer Merah, Pol Pot di antara mereka, melarikan diri ke perbatasan Thailand-Kamboja, di mana mereka diberikan suaka oleh pemerintah Thailand, yang ramah ke Vietnam.

Vietnam mendirikan sebuah rezim di Kamboja yang meliputi banyak anggota Khmer Merah serta Kamboja yang melarikan diri ke Vietnam sebelum 1975. Tidak terombang-ambing, Khmer Merah dan pengikut menciptakan pemerintah yang bermusuhan dengan Vietnam sedangkan di pengasingan, juga dikenal sebagai DK.

PBB menjunjung tinggi pemerintah di pengasingan ini, dengan dukungan yang diberikan kepadanya oleh Amerika Serikat, Cina dan Thailand. Dengan lebih banyak konflik berikutnya antara kedua pemerintah, banyak dari Kamboja terbaik bersama-sama dengan masyarakat umum, dengan total lebih dari setengah juta orang, kembali di negara-negara lain.

Pada akhir 1989, Perang Dingin telah berakhir yang telah keluar dari Vietnam Kamboja. Tanpa dukungan finansial dari Soviet, Vietnam tidak bisa mempertahankan pasukan mereka di negeri ini.

Penarikan ini membuat hal-hal yang sulit bagi Kamboja, terutama perdana menteri, Hun Sen Khmer Merah itu tidak menghilang, tetapi kehadiran mereka telah membuat dikenal dan mengancam aksi militer. Sejak Kamboja itu tanpa banyak membutuhkan bantuan luar negeri, mereka dibuang sosialisme dan berusaha mendapatkan investor tertarik di negeri ini.


Perubahan besar lain di negara nama, itu diubah menjadi Negara Kamboja (SOC), sementara KPRP (yang saat ini memerintah Kamboja) berubah nama mereka ke Partai Rakyat Kamboja. Sebuah usaha untuk memiliki ekonomi pasar-bebas hanya meningkat kesenjangan antara kaya dan miskin dengan banyak pejabat pemerintah menjadi jutawan.

Pada tahun 1991, PBB, Kamboja, dan pihak-pihak lain yang tertarik datang ke suatu kesepakatan untuk mengakhiri konflik Kamboja. Sebuah Otoritas Transisi PBB (UNTAC) dan Dewan Nasional Tertinggi (SNC) dibentuk dan terdiri dari anggota dari berbagai faksi dalam kamboja . Kesepakatan di Paris dan protektorat PBB mulai kompetitif politik di Kamboja, sesuatu yang mereka tidak bertemu selama sekitar 40 tahun.

Pada bulan Mei 1993, yang disponsori UNTAC pemilihan majelis nasional, yang berakhir mengusir rezim militer. The Kamboja menginginkan sebuah partai royalis, Funcinpec, namun Hun Sen, yang memenangkan kedua jumlah kursi terbesar, menolak menyerahkan kekuasaannya. Untungnya dicapai kesepakatan dan pemerintah dibentuk dengan dua perdana menteri, Funcinpec memiliki perdana menteri pertama, Pangeran Norodom Ranariddh dan Hun Sen menjadi perdana menteri yang kedua.


Sebuah nama untuk mengubah negara itu secara berurutan, sehingga pada tahun 1993 Kamboja menjadi dikenal sebagai Kerajaan Kamboja dan menjadi Raja Sihanouk sekali lagi setelah mengesahkan suatu konstitusi baru yang menetapkan kembali monarki. Setelah perubahan ini dilakukan, PBB tidak lagi menerima DK sebagai partai yang berkuasa, sehingga menyebabkan mereka (DK) untuk kehilangan kursi dan kekuasaan dalam PBB.

Tentatif kompromi antara Funcinpec dan CPP runtuh pada 1997 ketika Pangeran Ranariddh ini di luar negeri. Hun Sen mengambil keuntungan dari ketidakhadiran Pangeran dan pengambilalihan menyelenggarakan kekerasan untuk menggantikannya. Dia digantikan Pangeran Ranariddh dengan anggota lain dari Funcinpec, tapi kali ini dengan satu yang lebih mudah dimanipulasi dan patuh. Meskipun pengambilalihan ini, pemilihan umum tahun 1998 telah dilakukan, tetapi bukan tanpa pengamatan asing.

Meskipun dinyatakan pemungutan suara adil, CPP diganggu oposisi itu dan mengikuti pemilihan umum banyak yang dimasukkan ke dalam penjara, sementara beberapa orang lainnya tewas. Sekali lagi, hasilnya tidak diterima, tetapi kali ini Pangeran Ranariddh yang menentangnya. Namun lagi lain dicapai kesepakatan dengan Hun Sen sebagai satu-satunya perdana menteri dan dengan Pangeran Ranariddh sebagai ketua majelis nasional.

Keadaan menstabilkan di Kamboja, tetapi bukan tanpa bantuan dan dukungan dari bantuan luar negeri. Dengan minat dunia luar berkurang, bantuan itu terus menurun, mengecilkan hati setiap hich adalah harapan untuk kemajuan ekonomi dan demokrasi.
4.Runtuhnya Uni Soviet (USSR)

Lenin (1917-1924)
Vladimir Illich Ulyanov (kemudian dikenal sebagai Lenin) lahir di Simbirsk, Rusia, pada 10 April 1870. Ayahnya, Ilya Ulyanov, seorang inspektur sekolah-sekolah lokal, diselenggarakan pandangan konservatif dan merupakan anggota saleh Gereja Ortodoks Rusia. Lenin sangat dipengaruhi oleh pandangan politik revolusioner kakaknya, Alexander Ulyanov, yang memperkenalkannya pada ide-ide dari Karl Marx.

Lenin menempuh pendidikan di Simbirsk Gymnasium. Kepala sekolahnya adalah FI Kerensky, ayah dari Alexander Kerensky. Walaupun Lenin membenci pandangan konservatif guru-gurunya ia masih berhasil melakukannya dengan baik dalam ujian.

Di tujuh belas Lenin membaca novel utopis, Apa yang harus Dilakukan? Oleh Nikolai Chernyshevsky. Seiring dengan Alexander Ulyanov dan Karl Marx, Chernyshevsky adalah pengaruh terbesar pada awal perkembangan politik.

Pada 1887 Lenin saudara, Alexander Ulyanov, seorang anggota People's Will, dieksekusi karena terlibat dalam komplotan untuk membunuh Tsar Alexander III. Sebagai saudara dari sebuah negara kriminal, usaha dilakukan untuk menghentikan Lenin dari masuk universitas. Akhirnya ia diizinkan untuk belajar hukum di Universitas Kazan.

Sementara di universitas Lenin menjadi terlibat dalam politik. Setelah satu demonstrasi protes ia ditangkap dan dibawa ke kantor polisi setempat. Salah satu petugas polisi bertanya: "Mengapa kau memberontak, anak muda? Lagi pula, ada dinding di depan Anda." Lenin percaya diri menjawab: "Dinding goyah, Anda hanya perlu mendorongnya untuk itu jatuh di atas."

Lenin sekarang diusir dari Kazan University dan begitu ia pergi ke St Petersburg dan dipelajari sebagai mahasiswa eksternal. Setelah melewati ujian hukum-Nya pada tahun 1891, Lenin mulai berlatih hukum di Samara.

Lenin pindah ke St Petersburg pada tahun 1893. Dia melanjutkan keterlibatannya dalam politik dan pada 1895 pergi ke Swiss untuk bertemu George Plekhanov, Pavel Axelrod, Vera Zasulich dan Lev Deich dan anggota dari Partai Buruh Pembebasan kelompok.

Ketika Lenin kembali ke Rusia, Lenin dan sekelompok teman, termasuk Jules Martov dan Nadezhda Krupskaya, membentuk Persatuan Perjuangan untuk Emansipasi Working Class.

Tahun 1896 Lenin ditangkap dan dihukum tiga tahun internal pengasingan di Siberia. Nadezhda Krupskaya bergabung Lenin di Shushenskoye dan mereka menikah pada bulan Juli, 1898. Meskipun tinggal di pengasingan Lenin Perkembangan Kapitalisme di Rusia, yang Tugas Sosial Demokrat Rusia, serta berbagai artikel untuk jurnal sosialis. Lenin dan Krupskaya juga diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Bahasa Rusia, The Theory and Practice dari serikat buruh oleh Sidney Webb dan Beatrice Webb.
Stalin (1924-1953)
      Iosif (Josef) Vissarionovich Stalin (Bahasa Rusia: Иосиф Виссарионович Сталин, Iósif Vissariónovich Stálin), nama asli Ioseb Jughashvili (Bahasa Georgia: იოსებ ჯუღაშვილი, bahasa Rusia: Иосиф Джугашвили, Iósif Dzhugashvíli;) (lahir 18 Desember 1878 – meninggal 5 Maret 1953 pada umur 74 tahun) adalah pemimpin Uni Soviet dan seorang diktator yang sangat lalim, dikenal juga dengan sebutan "Manusia Baja" sebagai namanya (Stalin atau Steel Man). Ia diperkirakan telah memerintahkan pembunuhan sekitar 30 juta jiwa penduduk Rusia dan negara-negara sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai orang yang membenci agama. Awalnya ia masuk seminari di Tbilisi, namun ia kemudian menjadi tak percaya lagi pada Tuhan setelah membaca buku Asal-usul Spesies karya Charles Darwin.
      Ia tampil sebagai pemimpin partai komunis di Uni Soviet. Saingan utama Stalin adalah Leon Trotsky, Trotsky berhasil diusir keluar dari Rusia kemudian dibunuh di Meksiko sekitar tahun 1940. Menjelang tahun 1924 Stalin menjadi Pemimpin Uni Soviet. Ia memperlakukan saingannya atau siapapun yang melawannya dengan kejam. Mereka semua dihukum mati sebagai musuh negara Sovyet atau menjebloskannya ke dalam kamp-kamp penjara. Dalam Perang Dunia II (1939-1945) Rusia berperang bersama Inggris serta Amerika Serikat melawan Jerman. Tetapi seusai perang Stalin "memasang Tirai Besi" antara sekutu Barat dan Rusia dan sebagian besar negara di Eropa Timur dijadikan negara Komunis. Stalin berkuasa sampai saat kematiannya pada usia 73 tahun. Pada masa pemerintahannya ia tidak hanya mengawasi seluruh negara Rusia, melainkan juga negara-negara di luar Rusia

Khrushchev (1954-1964)
      Nikita Sergeyevich Khrushchev (lahir dengan nama (Rusia): Ники́та Серге́евич Хрущёв; Nikita Sergyevich Chrushyov di Kalinovka, Kursk, Ukraina, 17 April 1894 – meninggal 11 September 1971 pada umur 77 tahun) adalah seorang negarawan Uni Soviet. Setelah mangkatnya Stalin dan perebutan kekuasaan, ia menjabat sebagai Sekjen Partai Komunis Uni Soviet dari tahun 1953 sampai 1964, dan sebagai Perdana Menteri dari tahun 1958 hingga 1964. Pada tahun 1964 ia dilengserkan oleh Partai Komunis dan digantikan oleh Leonid Brezhnev
      Khruschev banyak mengkritik gaya Stalin dalam memimpin Uni Soviet, sehingga sejumlah pengikut Stalin tidak begitu senang dengan dirinya.
Kebijakan-kebijakan penting selama pemerintahan Khrushchev di Soviet.
Tahun 1955 mendirikan Pakta Warsawa, sebagai tandingan dari NATO
Tahun 1956 militer Uni Soviet mengintervensi Hungaria
Mendukung Mesir selama Krisis Terusan Suez tahun 1956
Perpecahan Tiongkok-Soviet akibat Krushchev bernegosiasi dengan negara-negara barat dan menolak menolong program angkasa China
Memulai program angkasa Soviet, yang berhasil mengirim satelit Sputnik dan kosmonot Yuri Gagarin ke luar angkasa.
Menyetujui pembangunan Tembok Berlin di tahun 1961
Menempatkan rudal-rudal nuklir di Kuba, sehingga memicu Krisis Rudal Kuba di tahun 1962.

Brezhnev (1964-1984)
Leonid Ilyich Brezhnev (bahasa Rusia: Леонид Ильич Брежнев) (Kamenskoye (sekarang Dniprodzerzhyns'k), Ukraina, 9 Desember 1906 - 10 November 1982) adalah pemimpin Uni Soviet dari tahun 1964 sampai 1982, meski pada awalnya bersama dengan orang lain. Ia adalah Sekjan Partai Komunis Uni Soviet dari tahun 1964 sampai 1982, dan dua kali menjabat sebagai ketua Presidium Dewan Tertinggi Soviet dari tahun 1960 sampai 1964 dan dari tahun 1977 sampai 1982.

Andropov (1985)

Andropov adalah anak seorang pejabat kereta api Konstantinovich Vladimir Andropov, yang merupakan anggota dari Don Cossack keluarga bangsawan. Ibunya adalah Yevgenia Karlovna Fleckenstein, putri seorang kaya Moskow pengusaha, Karl Franzovich Fleckenstein, seorang Jerman Rusia dari Vyborg .  Seorang bangsawan dan revolusioner bernama Sergei Vasilevich Andropov (1873-1955) adalah seorang relatif.

Ia dididik di Rybinsk Air Transport Technical College sebelum ia bergabung Komsomol pada tahun 1930. Ia menjadi anggota Partai Komunis pada tahun 1939 dan Sekretaris Pertama Komite Pusat Komsomol di Uni Republik Finlandia Karelo-1940-1944. Selama Perang Dunia II, Andropov mengambil bagian dalam gerilya partisan kegiatan. Sejak 1944 dan seterusnya, ia meninggalkan pesta Komsomol untuk bekerja. Pada tahun 1947 ia terpilih sebagai Sekretaris Kedua Komite Pusat dari Partai Komunis (bolshevik) dari SSR Karelo-Finlandia.  Ia pindah ke Moskow pada 1951 dan bergabung dengan pihak sekretariat. Pada tahun 1954, ia menjadi Duta Besar Soviet ke Hungaria.
Pada tahun 1954, Andropov menjadi Duta Besar Soviet di Hungaria dan memegang posisi ini selama Revolusi Hongaria 1956. Setelah peristiwa ini, Andropov menderita "Hungaria kompleks", menurut sejarawan Christopher Andrew: "ia telah menyaksikan dengan ngeri dari jendela dari kedutaan sebagai petugas dari dinas keamanan Hungaria benci itu digantung dari tiang lampu. Andropov tetap menghantui bagi sisa hidupnya dengan kecepatan yang tampaknya mahakuasa Komunis negara satu partai mulai menjatuhkan. Ketika rezim-rezim Komunis lain kemudian tampak berisiko - di Praha pada tahun 1968, di Kabul pada 1979, di Warsawa pada tahun 1981, ia yakin bahwa, seperti di Budapest pada tahun 1956, hanya angkatan bersenjata yang bisa menjamin kelangsungan hidup mereka "[

Andropov memainkan peran penting dalam menghancurkan Revolusi Hongaria. Dia yakin yang enggan Nikita Khrushchev bahwa intervensi militer diperlukan.  Dia ditipu Imre Nagy dan pemimpin Hongaria lain bahwa pemerintah Soviet tidak memerintahkan serangan terhadap Hungaria pada saat serangan ini.  Para pemimpin Hongaria Nagy ditangkap dan dihukum mati.

Chernenko (1985)
      Andrei Andreyevich Gromyko (Rusia: Андре́й Андре́евич Громы́ко; Belarusia: Андрэй Андрэевіч Грамыка}}; 18 Juli [K.J.: 5 Juli] 19092 Juli 1989) adalah seorang politikus dan diplomat Soviet. Ia menjabat Menteri untuk Urusan Luar Negeri Uni Soviet (1957-1985) dan Ketua Presidium Kekuasaan Soviet (1985-1988).
      Ia juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet dan menjadi pemimpin Uni Soviet pada 13 Februari 1984 sampai mangkatnya, 11 bulan kemudian. Chernenko juga ketua Dewan Tertinggi Soviet dari 11 April 1984 sampai meninggalnya.
      Perang Kamboja-Vietnam (Vietnam: Chiến dịch phản công biên giới Tây-Nam Việt Nam) adalah konflik yang terjadi antara Republik Sosialis Vietnam dan Kamboja. Perang ini dimulai dengan invasi dan pendudukan Vietnam terhadap Kamboja dan penurunan Khmer Merah dari kekuasaan.
      Konflik ini juga mengemukakan bagaimana perpecahan Tiongkok-Soviet telah merusak

Mikhail Gorbachev
      Mikhail Sergeyevich Gorbachyov (bahasa Rusia: Михаи́л Серге́евич Горбачёв}}, Mihail Sergeevič Gorbačëv, IPA: [mʲɪxʌˈil sʲɪrˈgʲejɪɪʨ gərbʌˈʨof], dilafalkan sebagai: mi-kha-ILL ser-GE-ye-vich gor-bah-CHOFF) dengan panggilan Gorbachev; lahir di Stavropol, 2 Maret 1931; umur 78 tahun) adalah politikus Rusia. Ia adalah mantan pimpinan Uni Soviet, periode 1985 hingga bubarnya pada tahun 1991. Pada 11 Maret 1985, ia menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet ketika menggantikan Konstantin Chernenko*. Ia melakukan perubahan besar-besaran dalam sistem perekonomian dan politik. Akibatnya, Uni Soviet bubar. Ia meraih Piala Nobel Perdamaian pada tahun 1990. Ia mengundurkan diri sebagai Presiden Uni Soviet pada 25 Desember 1991 menyusul kudeta oleh kelompok garis keras di Moskow pada Agustus 1991. Ketika itu terjadi pertentangan atas rencana mengubah bentuk negara. Usahanya bereformasi yang disebut Perestroika untuk mengakhiri Perang Dingin secara tak sengaja juga mengakhiri Uni Soviet dan posisinya yang dominan di dunia.

5.Jerman Bersatu
      Penyatuan kembali Jerman (Jerman Deutsche Wiedervereinigung) berlangsung pada tanggal 3 Oktober 1990, ketika mantan daerah Republik Demokratis Jerman ("Jerman Timur") digabungkan ke dalam Republik Federal Jerman ("Jerman Barat").
      Selepas pemilihan umum bebas pertama Jerman Timur pada tanggal 18 Maret 1990, rundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat selesai dalam satu kesatuan perjanjian, manakala rundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat serta empat kuasa pendudukan menghasilkan kononnya "Perjanjian dua tambah empat" yang menegaskan kedaulatan penuh kepada negara kesatuan Jerman.
      Negara Jerman yang telah bersatu menjadi anggota Komunitas Eropa (kemudian Uni Eropa) dan NATO. Istilah "Penyatuan kembali" digunakan berbeda dengan persatuan awal Negara Jerman pada tahun 1871. Walaupun biasanya disebut dengan istilah "Penyatuan kembali", ia sebenarnya suatu "penyatuan" bagi negeri Jerman kepada satu entitas yang lebih besar, yang tidak pernah ada sebelum ini (lihat Sejarah Jerman). Para politisi Jerman sendiri menghindari pemakaian istilah seperti ini dan lebih suka menyebutnya sebagai die Wende.

Latar belakang

Pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur
      Selepas habisnya Perang Dunia II di Eropa, Negara Jerman telah dibagi-bagi menjadi empat zona pendudukan. Ibu kota lama Berlin, sebagai pusat Dewan Kontrol Tentara Sekutu sendiri dibagi menjadi empat zona. Meskipun niat kuasa pendudukan adalah untuk mengawal Jerman bersama-sama dari tahun 1947, kedatangan Perang Dingin menyebabkan Perancis, Britania Raya dan Amerika Serikat menggabungkan zona-zona mereka ke dalam Republik Federal Jerman (dan Berlin Barat) pada 1949, tidak termasuk zona Uni Soviet yang kemudian menjadi Republik Demokratik Jerman (termasuk Berlin Timur) pada tahun yang sama. Selain itu, sejajar dengan syarat-syarat Konferensi Yalta pada Februari 1945, wilayah-wilayah timur Pomerania dan Silesia, serta separuh daripada selatan Prusia Timur, diberikan kepada Polandia dan separuh daripada utara Prusia Timur (kini dikenal sebagai Kaliningrad Oblast) diberikan kepada Uni Soviet.
      Jerman Barat dan Jerman Timur kedua-dua mengklain sebagai pengganti sah bagi penduduk Kerajaan Jerman yang Lama (Deutsches Reich). Bagaimanapun jua, Jerman Timur mengubah pendapatnya selepas itu, dan menyatakan bahwa Negara Jerman telah berhenti ada pada tahun 1945 dan bahwa kedua-dua Jerman Barat dan Jerman Timur adalah negara baru.
Rencana pertama untuk menyatukan bagi-bagian wilayah Jerman diajukan oleh Josef Stalin pada 1952 di bawah syarat-syarat sebagaimana yang kemudian diambil untuk Austria (lihat Perjanjian Negeri Austria). Ia memerlukan penciptaan satu Negara Jerman yang netral dengan sebuah perbatasan timur yang disebut sebagai Perbatasan Oder-Neisse dan semua pasukan bersekutu dipindahkan pada tahun yang sama. Pemerintahan Jerman Barat di bawah Kanselir Konrad Adenauer lebih menyukai integrasi lebih dekat dengan Eropa Barat dan meminta Penyatuan kembali dirundingkan dengan syarat pemilihan umum seluruh Jerman dan dipantau Dunia Internasional. Syarat ini ditolak oleh Uni Soviet. Satu lagi rencana Stalin ialah melibatkan Penyatuan kembali Negara Jerman dengan mengikuti perbatasan sesuai tanggal 31 Desember 1937 di bawah syarat bahwa Negara Jerman bergabung dengan Pakta Warsawa (Blok Timur).


Mulai 1949 dan seterusnya, Republik Federal Jerman dibangun menjadi suatu negara barat kapitalis dengan sebuah "ekonomi pasar sosial" dan pemerintahan demokratis berparlemen. Pertumbuhan ekonomi berpanjangan bermula dalam 1950 dan menghasilkan satu "keajaiban ekonomi" 30-tahun (Wirtschaftswunder). Manakala di Republik Demokratis Jerman menubuhkan suatu pemerintahan otoriter dengan suatu gaya meniru ekonomi Uni Soviet. Walaupun Jerman Timur menjadi terkaya dan negara paling maju di Blok Timur, banyak dari warganya yang masih melihat ke Barat untuk kebebasan politik dan kemakmuran ekonomi. Pelarian orang Jerman Timur ke negara non-komunis melalui Berlin Barat menyebabkan Jerman Timur menegakkan satu sistem penjagaan perbatasan ketat (yang mana Tembok Berlin adalah bagian darinya) pada 1961 untuk mencegah pelarian massal ini.
Pemerintahan Jerman Barat dan sekutu NATO-nya pada mulanya tidak mengakui Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) atau Republik Rakyat Polandia, mengikut Doktrin Hallstein. Hubungan antara Jerman Timur dan Jerman Barat senantiasa dingin sehingga Kanselir Barat Willy Brandt melancarkan pemulihan hubungan baik yang kontroversial dengan Jerman Timur (Ostpolitik) pada tahun 1970-an.

Berakhirnya pemisahan (die Wende)

      Pada pertengahan tahun 1980-an Penyatuan kembali Jerman oleh rakyat Jerman Barat dan Timur secara luas dianggap sebagai suatu cita-cita atau harapan tinggi tak terhingga yang sulit dicapai. Namun harapan untuk Penyatuan kembali Jerman tiba-tiba muncul kembali dengan reformasi politik yang digelindingkan oleh pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev di tahun 1985. Setelah ini angin perubahan mulai berhembus di Blok Timur, dan memunculkan harapan baru di dalam Jerman Timur.
      Pada bulan Agustus 1989, pemerintahan reformis Hongaria menghilangkan peraturan ketat di perbatasannya dengan Austria dan pada September lebih dari 13.000 warga Jerman Timur bisa melarikan diri ke Barat melalui Hongaria. Ribuan warga Jerman Timur berusaha mencapai Jerman Barat dengan mengadakan aksi pendudukan kantor-kantor perwakilan diplomatik Jerman Barat di ibu kota-ibu kota negara-negara Eropa Timur, terutama di Praha, Cekoslowakia. Pemerintahan Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) lalu mengumumkan akan memberikan fasilitas dengan mengoperasikan kereta-kereta api ekstra yang membawa mereka ke Jerman Barat dan menyatakan bahwa mereka mengusir "para pengkhianat antisosial yang tak bertanggung jawab dan kaum kriminal". Sementara itu demonstrasi menentang rezim Jerman Timur berawal di tanah air sendiri, terutama yang paling penting adalah demonstrasi-demonstrasi Senin di Leipzig.
Pada tanggal 6–7 Oktober 1989, Gorbachev melawat Jerman Timur untuk memperingati hari ulang tahun Jerman Timur yang ke-40 dan mendorong para pemimpin Jerman Timur untuk menerima perubahan. Berhadapan dengan huru-hara, pemimpin Jerman Timur Erich Honecker telah dipaksa untuk meletakkan jabatan pada 18 Oktober 1989 oleh anggota Politburonya sendiri dan digantikan oleh Egon Krenz. Hal ini diikuti dengan pengunduran diri besar-besaran anggota kabinet Jerman Timur yang akhirnya jatuh pada tanggal 7 November. Lalu Gunther Schwabowski sebagai juru bicara pemerintahan Jerman Timur pada tanggal 9 November malam mengumumkan di televisi bahwa semua restriksi perjalanan ke Jerman Barat dihilangkan. Semula warga Jerman Timur kurang mengerti maksud pernyataannya. Setelah itu jutaan warga Jerman Timur berbondong-bondong pergi ke pos-pos perbatasan yang kemudian dibuka oleh para penjaga perbatasan. Setelah itu banyak warga Jerman baik Barat dan Timur memberanikan diri merusak Tembok Berlin. Peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa berita mengesankan pada abad ke-20.
      Pada tanggal 18 Maret 1990 pemilihan umum bebas pertama dan satu-satunya dalam sejarah Jerman Timur telah dilaksanakan. Pemerintahan yang dipilih diberi mandat utama untuk berunding dengan Jerman Barat masalah persatuan dan membubarkan dirinya sendiri. Seorang ahli ideologi ternama Jerman Timur dalam 1989, menyatakan "Polandia akan tetap menjadi Polandia meskipun komunisme runtuh, tetapi tanpa komunisme negara Jerman Timur tidak mempunyai alasan untuk tetap berdiri."
      Di bawah Perdana Menteri Lothar de Maizière, Jerman Timur berunding dengan Jerman Barat, Britania Raya, Perancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengenai syarat-syarat untuk Penyatuan kembali Jerman. Karena keberatan Uni Soviet bahwa Jerman Timur ditarik menjadi anggota NATO, maka sebuah perjanjian dibuat bahwa Jerman yang bersatu boleh tetap menjadi anggota NATO, namun tentara NATO tidak boleh ditaruh di Jerman Timur. Selain itu Kanselir Helmut Kohl meyakinkan para pemimpin Perancis dan Britania Raya bahwa mereka tidak perlu khawatir bahwa sebuah Jerman yang bersatu akan mengancam mereka dengan berjanji bahwa sebuah Negara Jerman bersatu akan lebih berusaha berintegrasi dengan Uni Eropa.
Paralel dengan perundingan multilateral, rundingan bilateral antara pemerintahan Timur dan Barat berlangsung dan menuju pada penanda tangan perjanjian pada tanggal 18 Mei 1990 untuk Uni Ekonomi, Sosial dan Moneter yang berlaku mulai tanggal 1 Juli 1990. Pada tanggal 23 Agustus, Volkskammer (Parlemen Jerman Timur) mengesahkan tanggal 3 Oktober 1990 sebagai tanggal bergabungnya Jerman Timur dengan Jerman Barat.
Einigungsvertrag ("Perjanjian Persatuan") telah ditanda tangani pada tanggal 31 Agustus 1990 oleh wakil-wakil Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada tanggal 12 September 1990 Perjanjian Penyelesaian Akhir yang Berkenaan dengan Negara Jerman ("Perjanjian Dua tambah Empat") telah ditandatangani dan secara resmi mendirikan ulang kedaulatan kedua-dua negara Jerman.

Penyatuan kembali

      Negara Jerman secara resmi dipersatukan kembali pada tanggal 3 Oktober 1990 ketika enam negara bagian Jerman Timur (Bundesländer); Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommern, Sachsen, Sachsen-Anhalt, Thüringen, dan Berlin bersatu secara resmi bergabung dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat), memilih salah satu dari dua opsi yang diterapkan dalam Konstitusi Jerman Barat (Grundgesetz). Maka dengan masuknya secara resmi lima negara bagian Jerman yang kembali didirikan ke Jerman Barat sesuai Pasal 23, lalu wilayah di mana Grundgesetz (Undang-Undang Dasar) berlaku diperluas untuk memuat mereka. Alternatifnya ialah bahwa Jerman Timur bergabung secara keseluruhan dalam rangka persatuan resmi antara dua negara Jerman, yang lalu antara lain harus membuat Konstitusi baru bagi negara yang baru saja didirikan. Meski opsi yang dipilih lebih sederhana, hal ini telah menjadi alasan adanya sentimen-sentimen tertentu di Timur bahwa mereka telah "diduduki" atau "dianeksasi" oleh Republik Federal Jerman yang lama (Jerman Barat).
      Untuk memudahkan proses ini dan untuk meyakinkan negara-negara lain, Jerman Barat membuat beberapa perubahan kepada "Undang-undang Dasar". Pasal 146 diubah sehingga Pasal 23 dari konstitusi yang berlaku bisa dipakai untuk Penyatuan kembali. Lalu, jika lima "negara bagian yang telah didirikan ulang" di Jerman Timur sudah bergabung, maka Undang-Undang Dasar bisa diubah lagi untuk menyatakan bahwa tidak ada daerah Jerman lainnya yang ada di luar wilayah negara kesatuan yang belum bergabung. Namun konstitusi ini bisa diubah lagi di masa depan dan hal ini masih memungkinkan diambilnya sebuah konstitusi lain di masa depan oleh bangsa Jerman.
Pada tanggal 14 November 1990 pemerintah Jerman menanda tangani sebuah perjanjian dengan Polandia yang menyangkut perbatasan mereka yang dikenal sebagai Perbatasan Oder-Neisse, dan demikian, melepaskan tuntutan mereka untuk Silesia, Pomerania, Danzig (Gdańsk), dan Prusia Timur. Bulan berikut, pemilihan umum bebas pertama bagi seluruh rakyat Jerman semenjak tahun 1932, diadakan. Hasil pemilu ialah mayoritas yang bertambah besar bagi pemerintahan koalisi Helmut Kohl.

Efek persatuan ulang

      Di seantero mantan wilayah Jerman Timur ditemukan banyak fasilitas-fasilitas militer yang telah ditinggalkan. Barak Nedlitz dekat Potsdam, seperti dilihat pada bulan Agustus 2002, sedang dikembangkan kembali.
Biaya persatuan ulang telah menimbul suatu beban yang berat kepada ekonomi Jerman dan telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jerman menjadi tersendat-sendat dalam tahun-tahun terakhir ini. Biaya persatuan ulang diperkirakan berjumlah lebih dari € 15 trilyun (pernyataan Freie Universität Berlin) . Jumlah ini lebih besar daripada hutang negara Jerman.
Sebab utama untuk biaya yang sangat besar ini adalah lemahnya ekonomi Jerman Timur, khususnya jika diperbandingkan dengan Jerman Barat; lalu nilai tukar di antara mata uang Jerman Timur dan Jerman Barat yang secara artifisial ditinggikan demi alasan politik, dengan hasil Jerman Barat harus melunasi rekening ini.
      Walaupun dilakukan investasi besar-besaran oleh Jerman Barat, banyak perusahaan Jerman Timur hancur ketika harus bersaing dengan Jerman Barat. Malah sapa sekarang, pemerintah Jerman memberikan lebih dari € 10 milyar demi perkembangan negara-negara bagian yang terletak di mantan Jerman Timur.
      Selama tahun 1980-an, ekonomi kapitalis Jerman Barat menjadi makmur, sedangkan ekonomi komunis Jerman Timur merosot; sesudah itu, suplai barang-barang dan jasa ke Jerman Timur menegangkan sumber penghasilan Barat.
      Industri yang dulu tidak perlu bersaing karena didukung oleh pemerintah Jerman Timur harus diswastanisasikan, seringkali hal ini menghasilkan kebangkrutan mereka.
      Sebagai akibat daripada persatuan ulang, kebanyakan mantan daerah Jerman Timur telah kehilangan industrinya, menyebabkan suatu pengangguran yang bisa sebesar kira-kira 25 % di beberapa bagian daerah. Semenjak itu, ratusan ribu warga mantan Jerman Timur secara berkesinambung berhijrah ke wilayah barat untuk mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan wilayah timur kehilangan tenaga-tenaga kerja profesional.
      Menurut Bank Sentral Jerman (Bundesbank) sebab dari banyak masalah di ekonomi Jerman sejatinya berakar pada persatuan ulang ini dan bukannya introduksi mata uang Euro pada tahun 2002 seperti dinyatakan oleh banyak ekonom.
 

1 komentar:

  1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    BalasHapus