Jumat, 16 September 2011

Nasionalisme mahasiswa

Sikap nasionalisme mahasiswa Indonesia dimulai pada masa kolonial belanda, yaitu mahasiswa ketika belajar di STOVIA mencoba memulai gerakan antikolonial dan imperialis dengna mendirikan Budi Utomo (BU) tahun 1908. Dan Tri Koro Darmo tahun 1915. Kedua gerakakn ini mempelopori  gerakan mahasiswa yang mengimpletasikan sikap nasionalismenya dan berujung kepada Sumpah Pemuda. Setelah kemerdekaan tahun 1950-1959, banyak organisasi pemuda menarik diri dari Front Pemuda Indonesia dan tanggal 28 Februari 1957, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memprakarsai pendirian Federasi Mahasiswa dengan menggalang senat mahasiswa dari berbagai universitas dengan nama Majelis Mahasiswa Indonesia
Melihat sepak terjang politik Indonesia yang bersinergi dengan militer,mahasiswa tidak ambil diam. Bukti –bukti peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa cukup banyak, misalnya Gerakan Malari yang berakhir dengan dipecatnya Jendral Sumitro ( Menko Polkan pada waktu itu) yang dianggap pro mahasiswa. Yang paling populer adalah gerakan mahasiswa dalam menggoyang Orde Baru 1998 yang berujung pada lengsernya Presiden Soeharto yang terpilih keenam kalinya lalu digantikan oleh wakil presiden waktu itu, yaitu B.J. Habibie. Sejak saat itu, sejak saat itu mahasiswa sebagai agent of change menjadi sangat populer. Belum lagi peran-peran kecil yang sangat menentukan kehidupan di lingkungannya, baik di kampus, daerah,  maupun nasioanal dalam mengusung isu-isu untuk kesejahteraan rakyat.

Sumber: Rahayu, Minto. (2007).Pendidikan Kewarganegaraan: Perjuangan Menghidupi Jati Diri Bangsa.Jakarta:Grasindo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar