Kamis, 22 September 2011

Identitas Nasional

Istilah “identitas nasional” secara terminilogis adalah sesuatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian tersebut , maka setiap bangsa di dunia akan memiliki identitas nasional tersendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Identitas nasional tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau kepribadian bangsa. Kepribadian sebagai identitas nasional suatu bangsa adalah keseluruhan atau totalitas dari kepribadian individu-individu sebagai unsur yang membentuk bangsa tersebut.

1.      Faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional
Adapun faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi :
1.1  Faktor objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis
kondisi geografis-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antar wilayah dunia di Asia Tenggara, ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis,  ekonomis, sosial dan cultural bangsa Indonesia.
1.2  Faktor subjektif
A.    Primordial
Primordial merupakan kepercayaan terhadap apa yang telah diyakini sejak pertama yang meliputi ikatan kekerabatan ( darah dan keluarga ), kesamaan suku bangsa, daerah asal, bahasa, dan adat istiadat.
B.     Sakral
Faktor sacral dapat berupa kesamaan agama yang dipeluk masyarakat yang diakui oleh masyarakat yang bersangkutan
C.     Tokoh
Kepemimpinan dari tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi factor yang menyatukan bangsa dan Negara.
D.    Bhineka Tunggal Ika
Prinsip bhineka tunggal ika pada dasarnya adalah kesediaan warga bangsa untuk bersatu dalam perbedaan, yaitu kesedian warga bangsa untuk setia pada Negara dan pemerintahnya, tanpa menghilangkan keterkaitannya pada suku bangsa, adat, ras, dan agama
E.     Sejarah
Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu, seperti sama-sama menderita karena penjajahan , tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota masyarakat itu.
F.      Kelembagaan
Lembaga-lembaga itu seperti, birokrasi, angkatan bersenjata, pengadilan, partai politik, dan lain-lain.

2.      Identitas Cultural Unity atau Identitas kesukubangsaan
Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity kurang lebih bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir, bersifat alamiah, primer, dan etnik). Setiap anggota cultural unity memiliki kesetiaan atau loyalitas pada identitasnya.

3.      Identitas Political Unity atau Identitas Kebangsaan
Identitas kebangsaan merupakan kesepakatan dari banyak bangsa di dalamnya. Identitas kebangsaan bersifat buatan, sekunder, etis dan nasional. Seperti bahasa nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar