Jumat, 16 September 2011

Arti nasionalisme

Dalam arti sederhana, nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyrakat yang menunjukan adanya loyalitas atau pengabdian tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Loyalitas dan pengabdian itu didorong oleh suatu tekad untuk hidup sebagai satu bangsa di bawah satu bangsa yang sama, terlepas dari perbedaan etnis,ras,agama, ataupun golongan.
Adolf  Heuken (1988) menyebut nasionalisme sebagai pandangan yang berpusat pada bangsanya. Menurutnya, kata nasionalsime memiliki dua arti:
a.       Dalam arti nasionalistis. Ini dimaksudkan sebagai sikap yang keterlaluan, sempit, dan sombong. Sikap ini tidak menghargai orang dan bangsa lain seperti semestinya. Apa yang menguntungkan bangsa itu sendiri begitu saja dianggap benar, meskipun itu menginjak-injak hal dan kepentingan bangsa lain. Dengan demikian, nasionalisme itu justru menceraiberaikan bangsa satu dengan bangsa lainnya.
b.      Nasionalsime dapat juga menunjuk sikap nasional yang positif, yakni sikap memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan serta harga diri bangsa sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme ini juga berguna untuk membina rasa bersatu antarpenduduk negara yang heterogen karena perbedaan suku, agama, dan asal usul. Ini juga berfungsi untuk membina rasa identitas, kebersamaan dalam negara serta bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh.
Nasionalisme dalam arti yang kedua itulah yang perlu diwujudkan, sesuai dengan keadaan. Pada masa penjajahan, misalnya, perwujudannya berupa perjuangan mendirikan negara sekaligus berarti menentang penjajahan asing. Sementara, ketika negara telah berdiri, dengan bangsa mulai merasa satu, nasionalisme diwujudkan dalam bentuk mengisi kemerdekaan nasional menuju kehidupan yang lebih baik.
Berikut adalah ragam definisi nasionalisme dari berbagai sumber:
1.       Nasionalsime adalah sikap politik dan sosial  dari keolompok masyrakat yang mempunyai kesamaan kebudayaan , bahkan wilayah, serta cita-cita dan tujuan. Ini sering dihubungkan setiap hasrat untuk persatuan dan kemerdekaan nasional. (Ensiklpodia Indonesia, 1980:2338)
2.       Nasionalisme adalah filsafat politik dan sosial yang menganggap kebaikan bangsa yang paling utama. Ini ditandai oleh patroitisme dan keyakinan nilai-nilai politik dak kultural suatu bangsa dalam nasib yang akan dicapainya .( Ensiklopedia Umum, 1977:732)
3.       Nasionalisme adalah perasaan yang mengikat atas dasar persamaanras, etnik, rasa kekeluargaan, memiliki hubungan yang lebih erat dengan sekelompok orang daripada denga orang lain, dan mempunyai perasaan berada di bawah satu kekuasaan .  Hal ini diperkuat dengan tradisi ,adat istiadat, dongeng, mitos, dan bahasa yang sama. (Kamus Politik Indonesia, 1993:105)
4.       Nasionalisme adalah sesuatu ungkapan perasaan yang kuat dan merupakan suatu usaha pembelaan daerah atau bangsa  melawan penguasa luar. Identitas yang menjadi ciri khasnya adalah identitas masa lalu, suatu sejarah, nenek moyang, akar yang menempatkan diri dalam suatu tradisi (sebagai suatu proses peleburan, perpaduan) dari suatu daerah, sejarah bangsa, dan agama. (Lyman Tower Sargent , 1987:19)
5.       Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan. Kebangsaan adalah cita-cita dan satu-satunya bentuk sah dari organisasi politik dan bahwa bangsa adalah sumber tenaga kebudayaan kreatif dan kesejahteraan ekonomi. (Hans Kohn, 1976:12)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar